Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.2%

19.8%

7.3%

69.6%

Nasib Pasutri Warga Pataruman, Senin Nikah, Selasa Dikarantina di GBP Kota Banjar

3584
0
Ani didampingi suaminya saat henak menjalani dikarantina di GBP Kota Banjar, beberapa waktu lalu. foto: cecep herdi/ radartasikmalaya.com

BANJAR – Usai mengikat janji suci melalui pernikahan, pasangan suami istri (Pasutri) Suhendi (44) asal Langkaplancar dan Ani Nuryani (43) dari Pataruman Kota Banjar, harus rela pasangannya dikarantina di Gelora Banjar Patroman (GBP).

Ani harus menjalani karantina selama 14 hari kedepan, lantaran baru pulang dari Taiwan. Ia menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) selama 17 tahun, ia baru pulang ke Kota Banjar, 10 Mei 2020 karena habis kontrak kerja.

“Saya nikah hari hari Senin (11/5) dan harus menjalani karantina hari ini Selasa (12/5). Saya sehat tidak ada keluhan kesehatan apa-apa tapi katanya tetap harus menjalani karantina selama 14 hari, karena sudah aturan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB),” kata Ani di ruang karantin di stadion Sport Center (GBP) Kecamatan Langensari Kota Banjar, siang ini.

Nampak dari keduanya terasa berat untuk berpisah selama empat belas hari kedepan. Terlebih mereka merupakan pengantin baru.

“Ta berat, sangat berat sekali mengetahui istri saya harus dikarantina di sini (GBP). Apalagi saya baru nikah kemarin hari Senin. Selama karantina kan tidak boleh ada kontak fisik kemudian komunikasi juga hanya via telepon atau panggilan video,” aku Suhendi, usai mengantarkan istrinya yang harus menjalani karantina.

Perasaan berat juga ditambah lantaran istrinya tidak bisa menjalani hari raya idul fitri bersama di rumahnya.

“Iya sudah resiko dan saya menerima karena ini aturannya. Semoga semua berjalan lancar. Meskipun ini berat, saya tetap bersabar,” kata Suhendi.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Budi Hendrawan selaku tim monitor dilokasi karantina GBP mengatakan, hasil rapid tes terhadap Ani Nuryani menunjukkan non reaktif atau negatif.

“Semua yang dikarantina di sini berjumlah 13 orang dan hasil rapid tes negatif semua. Namun meski begitu, karantina harus dijalani selama empat belas hari,” kata Budi.

(Cecep Herdi/Radar Tasikmalaya)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.