Nataru, Ada 18 Insiden Laut di Pantai Pangandaran

97
0
memantau wisatawan di Pantai Pangandaran, Jumat (1/1). Sementara itu, selama Nataru telah terjadi 18 kecelakaan laut.
memantau wisatawan di Pantai Pangandaran, Jumat (1/1). Sementara itu, selama Nataru telah terjadi 18 kecelakaan laut.

PANGANDARAN – Selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Balawista Pangandaran mencatat ada 18 kecelakaan laut di Pantai Barat Pangandaran.

Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran Heri Haerudin mengatakan, sebanyak 18 kecelakaan laut tersebut terjadi pada rentang waktu 24 sampai 31 Desember 2020. “Kecelakaan terjadi di pos jaga tiga dan empat,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (1/1).

Menurutnya, para wisatawan yang mengalami kecelakaan tersebut mayoritas berasal dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kota Bandung. “Dari daerah lain juga ada tapi sedikit jumlahnya,” ucapnya.

Kata dia, tidak ada kecelakaan laut yang merenggut nyawa wisatawan dalam libur panjang kali ini. “Banyak yang mengindahkan rambu-rambu larangan berenang, di arus yang sangat kuat,” ungkapnya.

Baca juga : Karang Taruna Pangandaran Dorong Aktivitas Ekonomi Kreatif

Selain itu, lanjut dia, banyak wisatawan yang tidak memakai alat bantu renang, sehingga sangat riskan terbawa arus. “Ada yang terbawa arus ada juga yang terhantam ombak saat naik perahu pesiar lalu terbalik” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada para wisatawan yang hendak melakukan aktivitas berenang di pantai barat Pangandaran untuk selalu berhati-hati dan taat dengan himbauan petugas Balawista. “Selain itu, diwajibkan menggunakan alat bantu renang seperti boogy board,” imbaunya.

Sekretaris Balawista Asep Kusdinar mengatakan, masih banyak wisatawan yang nekat berenang di arus kuat. “Tidak hanya anak-anak tapi juga orang tua,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.