Nelayan Tasik Selatan Butuh Pemimpin Perhatian, Ini yang Mereka Mau..

200
0
ISTIMEWA MENGHADIRI. Pembina Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya Dr H Iwan Saputra SE MSi menghadiri acara Syukur Laut di Pantai Pamayangsari, Cipatujah, Sabtu (28/12) malam.

CIPATUJAH – Nelayan di Tasik Selatan menyelenggarakan Syukur Laut yang dilaksanakan di Pantai Pamayangsari Kecamatan Cipatujah, Sabtu (28/12) malam.

Kegiatan ini merupakan bentuk syukuran para nelayan kepada Allah SWT atas tangkapan yang melimpah.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi mengatakan, prosesi pesta syukur laut ini diisi dengan upacara adat, tari tarian, musik sunda, larung jempana ke tengah laut dan lainnya.

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian tradisional, wayang golek.

“Kegiatan ini untuk mempertahankan tradisi masyarakat nelayan Pantai Selatan Cipatujah. Kemudian ajang promosi wisata pantai dan wisata budaya, selain itu ingin agar potensi kelautan di Tasik Selatan makin dikenal,” katanya kepada Radar, tadi malam.

Kata Dedi, para nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya dan Rumpun Nelayan Pamayangsari menginginkan fasilitas yang memadai untuk menangkap ikan.

Pasalnya, semua infrastruktur yang dibutuhkan masih belum maksimal. “Sejauh ini memang kami terkendala dengan peralatan dan fasilitas untuk menangakap ikan,” katanya.

Kata dia, nelayan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya tertinggal dengan daerah-daerah lainnya.

Selama ini nelayan Pamayangsari masih di area 2,5 mil dari pinggir pantai. Sehingga, hasil tangkapan ikan pun belum bisa dimaksimalkan.

“Itu masih pinggir dibandingkan dengan daerah lainnya, khususnya di daerah utara,” katanya, menjelaskan.

Kemudian, kondisi alat tangkapnya yang digunakan oleh nelayan Pamayangsari masih sederhana dan kurang modern.

Padahal, jika fasilitas dan alat-alatnya sudah modern dan baik, dampaknya hasil tangkapan ikan bisa semakin maksimal.

“Saya harap pemimpin saat ini dan nanti (hasil Pilkada 2020, Red) bisa memperhatikan nelayan di Pantai Selatan dalam berbagai bidang untuk menunjang kegiatan tangkap ikan,” katanya.

Pembina HNSI Kabupaten Tasikmalaya, Dr H Iwan Saputra SE MSi mengatakan, syukur laut ini merupakan tasyakur dari para nelayan kepada Allah Swt yang sudah melimpahkan rezeki selama ini, kemudian untuk memotivasi dan optimisme dalam menyambut hari esok. Sehingga, apa yang diharapkan para nelayan bisa tercapai.

Iwan pun mengapresiasi apa yang dilaksanakan pada syukur laut ini. Mengingat, penampilan-penampilannya sangat kental dengan seni dan budaya. Sehingga, para nelayan ini mampu melestarikan seni budaya tradisional dengan baik.

“Mudah-mudahan semua ini bisa ditiru oleh elemen masyarakat lain (dalam melestarikan budaya tradisional, Red),” harapnya.

Kepala dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, H Safari Agustin mengatakan, syukur laut yang digelar rutin setiap tahun ini sangat baik, apalagi menampilkan seni budaya tradisional.

“Bagus, kegiatan seperti ini bisa memberikan hiburan menarik bagi pengunjung di Pantai Cipatujah dan Pamayangsari,” katanya.

Kata dia, diharapkan dengan kegiatan rutin seperti ini bisa mengundang masyarakat untuk berwisata dan merayakan tahun baru di Pantai Selatan Tasikmalaya.

Dengan demikian, keindahan pantai dan kegiatan seni dan budaya dapat menarik pengunjung dari berbagai daerah.

(ujg/yfi/obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.