Nenek Miskin Warga Cibiuk Garut Ini Tinggal di Rumah Reyot & tak Pernah dapat Bantuan

198
1
BISA AMBRUK. Kondisi rumah Mak Minah (70) di Kampung Randu Kurung Desa Cibiuk Kidul Kecamatan Cibiuk nyaris ambruk. Yana Taryana/ Radar Tasikmalaya

CIBIUK – Seorang janda lanjut usia (lansia) bernama Minah (70), hidup sebatang kara di rumah tidak layak huni yang nyaris ambruk di Kampung Randu Kurung Desa Cibiuk Kidul Kecamatan Cibiuk.

Meski hidupnya di bawah garis kemiskinan, tetapi janda yang tidak punya anak ini tak pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah.

Baca juga : Distribusi Ribuan Botol Miras dari Bandung ke Garut Digagalkan Polsek Tarogong Kidul

“Bantuan tidak pernah dapat dari dulu juga. Tapi tidak apa-apa, Allah SWT Maha Kaya,” ujar Mak Minah kepada wartawan, di rumah reyotnya, Minggu (19/4).

Walau tinggal seorang diri di rumah reyotnya ini, dirinya tidak merasa berkecil hati dan ketakutan. Dirinya nyaman tinggal di rumah peninggalan suaminya meski kondisinya nyaris ambruk. “Suami emak sudah lama meninggal. Ini rumah rusak, bukan tidak mau memperbaiki, tetapi tidak ada uangnya dan bantuan dari pemerintah juga belum pernah ada,” terangnya.

Selama hidup sendiri, Minah mengaku tidak memiliki pekerjaan pasti. Bahkan, untuk makan sehari-hari, mengandalkan pemberian dari tetangga. Namun, dirinya tidak pernah mau tinggal di rumah tetangganya meski rumahnya sudah rusak berat. “Di sini mah, bisa sambil ngaji, salawatan, di rumah orang perasaan tidak enak, tidak tenang,” katanya.

Loading...

Siti Djubaedah, Ketua RW 09 Kampung Randu Kurung Desa Cibiuk Kaler mengakui sebenarnya sudah cukup banyak warga yang mengajak Mamak Minah demikian dirinya biasa memanggil Minah, tinggal dirumahnya. Namun, Mak Minah selalu menolak.

“Paling kalau sudah hujan deras dan angin, saya ajak ke rumah saya mau, setelah hujan reda Mak Minah pulang lagi,” jelas Siti mendampingi Mak Minah.

Siti mengaku dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin mengajukan program perbaikan rumah kepada pemerintah desa, termasuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun, entah mengapa tidak pernah berhasil.

“Program PKH tidak dapat, padahal menurut saya layak, BPJS tidak punya jadi kalau berobat bayar sendiri, kalau ada yang ngasih uang, biasanya buat berobat,” terangnya.

Siti memastikan jika hanya untuk kepentingan makan sehari-hari saja, para tetangga cukup memperhatikan dan selalu memenuhinya. Namun, untuk bisa membantu membangun kembali rumah Mak Minah, memang kebanyakan kesulitan.

Baca juga : 13 Warga Garut Meninggal Selama Pandemi Corona

Usep, Kepala Desa Cibiuk Kidul yang ditemui di rumah Mak Minah mengakui Mak Minah memang tidak mendapat program-program bantuan dari pemerintah baik Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya. Bahkan, untuk program perbaikan rumah pun tidak juga dapat. Karena, desanya memang tidak pernah dapat program bantuan tersebut dari pemerintah.

“Ada bantuan Rutilahu tahun 2018 untuk 30 rumah, tapi dari program aspirasi, tapi (Mak Minah) tidak dapat,” terangnya. (yna)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Aparat desa harus dimintai pertanggungjawaban sosial. Untuk apa kalian jadi rt,rw, kepala desa,? Ngga ada manfaatnya sama sekali jika kondisi seperti ini dibiarkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.