Nenek Pencuri Beras Ternyata Orang Lama Sering Mencuri Sembako

230
0

CIREBON – Perbuatan Nenek yang kepergok warga mencuri beras di Pasar Celancang, Kabupaten Cirebon, Kamis (4/7), rupanya bukanlah hal baru bagi para pedagang.

Tak sedikit warga pasar mengaku pernah menjadi korban kejahatan nenek yang kini diamankan di rumah saudaranya di Majalengka. Dan modus nya pun tak jauh berbeda.

Alasan kemanusiaan, nenek yang tertangkap basah oleh warga atau pedagang, akhirnya dilepaskan. Para pedagang memang ngaku tidak tega dengan kondisi pelaku yang telah berusia lanjut.

Seperti dialami salah satu pedagang bernama Saci. Pemilik toko sembako itu mengalami hal serupa dengan korban Titin Sopiatin yang menjadi korban pencurian pada Kamis (4/7).

Saat Radar menunjukkan video pelaku pencurian, Saci seketika membenarkan jika wajah yang sama pernah melakukan aksi kejahatan di toko miliknya.

“Persis, ini sudah. Benar, dia (menunjuk wajah si nenek) yang dulu nyuri dan tertangkap di sini,” ujar Saci saat ditemui di toko miliknya yang berada tepat di depan masjid Pasar Celancang.

Saci menceritakan, kala itu, pelaku datang dan berpura-pura hendak membeli sesuatu. Ia kemudian menanyakan harga sejumlah kebutuhan pokok.

“Setelah itu dia bilang, nanti ya bu saya masih nunggu saudara lagi beli di dalam pasar,” tutur Saci.

Pelaku kemudian duduk di depan toko sambil sesekali kembali menanyakan harga barang lainnya.

Rupanya itu hanya modus untuk memperhatikan situasi. “Pas saya sibuk melayani pembeli, dia diam-diam narik karung beras. Tapi saya tidak tahu karena sibuk melayani pembeli,” kata Saci.

Hingga akhirnya salah seorang warga merasa curiga dan memperhatikan gelagat aneh yang ditunjukkan pelaku.

Warga tersebut lantas menanyakan kepada pemilik toko apakah pelaku benar-benar membeli dua karung beras ukuran 25 kilogram tersebut.

“Saya periksa, dan langsung saya teriak, iya itu tidak beli. Saya panggil-panggil takut kabur,” kata Saci.

Saat ditangkap, pelaku sedang memanggil tukang becak untuk mengangkut beras tersebut. Ia menunggu tak jauh dari lokasi toko.

“Akhirnya warga kumpul. Ya sama, kita tanya-tanya. Terus diminta KTP dan lain-lain. Terus dibawa ke balai desa,” beber Saci.

Karena tidak ingin berurusan dengan aparat penegak hukum, dia pun memilih jalan damai dan memaafkan pelaku. Ia lolos tanpa hukuman.

“Kasihan, karena sudah tua. Tapi nggak percaya. Maksudnya, sudah berumur tapi masih melakukan kejahatan kayak gitu. Pelakunya persis, wajahnya sama,” kata Saci lagi.

Korban lainnya, Ulya, anak pemilik toko H Masduki yang berada tak jauh dari Pasar Celancang. Perempuan 18 tahun ini secara detail menjelaskan peristiwa pencurian yang dilakukan pelaku.

Ulya menuturkan, kejadian pencurian itu terjadi sekitat 3 minggu sebelum bulan Ramadan atau sekitar dua bulan lalu.
Saat itu, pelaku mengambil 25 tabung gas milik orang tuanya yang disimpan di dalam rumah.

“Tapi tidak langsung. Sekali ambil itu empat. Terus pulang, nanti balik lagi, sampe total 25 tabung gas 3 kilo,” ujar Ulya, kemarin.

Terakhir, saat korban tertangkap ia sedang mengambil gas elpiji dengan cara nekat masuk ke dalam rumah. Kala itu, pelaku tidak seorang diri. Dia ditemani seorang pria yang bertugas sebagai joki.

“Waktu itu saya, ibu, sama saudara saya di dalam rumah lagi nonton televisi. Pintu tidak dikunci dan hanya diganjal dengan karpet,” ucap Ulya.

Aksi kriminal pelaku ketahuan setelah korban mendengar suara tabung gas jatuh. Seketika, mereka keluar rumah dan memeriksa apa yang terjadi. Benar saja, pelaku tengah membawa tabung gas keluar rumah.

Baca : Nenek Pencuri Beras Diserahkan ke Keluarganya di Majalengka

Heboh Nenek Curi Beras Sekarung, Pemilik Kios Ngaku Gak Tega

“Diteriaki maling sama ibu, warga datang dan langsung dibawa ke Balaidesa. Tapi waktu itu sempat dibawa ke Polsek Kapetakan,” kata Ulya.

Tak hanya pelaku, dua orang saksi yang merupakan siswi SMP juga sempat dimintai keterangan oleh polisi. Setelah diperiksa, pelaku kemudian dijebloskan ke tahanan Mapolsek Kapetakan.

“Tapi cuma dua hari, setelah itu dilepas, katanya sudah jangan diperpanjang kasihan,” tutur Ulya.

Ia pun akhirnya kembali dikagetkan dengan peristiwa penangkapan pelaku di toko sembako Titin Sopiatin. Setelah memeriksa berita dan menelusuri di media sosial, Ulya kaget bukan kepalang. Ia tidak menyangka jika pelaku yang ditangkap warga juga merupakan pelaku yang dulu menyatroni rumahnya.

“Pas saya lihat foto kok sama wajahnya. Di situ saya geram, kenapa dulu dilepas dan sekarang terjadi lagi,” kata Ulya.

“Dulu juga gitu, dia berbelit-belit pas ditanya asalnya dari mana, dia bilang dari Bandung, Majalengka, Palimanan sampai Mertasinga,” sambungnya.

Dia pun berharap agar pihak kepolisian bertindak tegas terhadap semua pelaku kejahatan. Terlebih jika pelaku terbukti melakukan aksinya berulang-ulang.

“Apalagi saya dengar dari teman juga katanya dia pernah nyuri di Pasar Drajat, Sumber sama tempat-tempat lain. Dia itu terkenal pokoknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kaerudin selaku pemilik toko Hj Titin Sopiatin, menunjukkan rekaman kamera pengawas CCTV yang terpasang di toko sebelah.

Dalam rekaman tersebut terlihat jelas bagaimana pelaku menjalankan aksi jahatnya pada Kamis (4/7) itu.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 1 setangah menit tersebut, menunjukkan pelaku pertama kali terlihat mengangkut beras sekitar pukul 11.48 WIB. Ia terlihat menggotong sendiri karung beras seberat 25 kilogram tersebut.

Pelaku yang terlihat menggunakan baju yang sama dengan saat penangkapan, mengangkut dua karung dalam hitungan detik.

Ia membawa dua karung beras ke tempat yang tak jauh dari toko korban. Namun pada pengambilan karung berisi beras yang keduam pemilik toko, Titin, memergoki pelaku dan langsung menangkapnya.

Penangkapan kali inilah yang menjadi viral karena proses interogasi terekam video dan disebar ke sosial media. (day)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.