Nenek yang Jual Diri Dibujuk Dinsos Kota Tasik untuk Dibina

122
0
BERI SANTUNAN. Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Hendra Budiman memberikan bantuan kepada nenek yang berprofesi sebagai pekerja seks komersil, Kamis (7/1). Dalam kesempatan itu, Dinsos pun memberikan pembinaan kepada pengamen jalanan. firgiawan / radar tasikmalaya
Loading...

Adanya lansia yang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK), lansung direspons Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya dengan menyisir ke lokasi tempat sang nenek tinggal.

Melalui Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman berupaya membujuk agar si nenek bisa ditempatkan di lokasi yang lebih layak, dan diberikan pembinaan supaya mendapatkan perhatian serius.

“Tadi kami juga berikan bantuan sembako dan kebutuhan sehari-harinya. Sambil kami bujuk agar mau singgah dulu di Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Mashudi,” tuturnya di sela menemui lansia tersebut.

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik, Jum’at (08/01/2021)

Nantinya, kata dia, nenek berinisial TS ini akan diperiksakan kesehatannya termasuk dilengkapi dokumentasi kependudukannya. Sebab, saat didatangi, ia tidak dapat menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan mengaku tidak dibawa di rumahnya.

Loading...

“Nanti nenek ini bisa mengasah keterampilan mijitnya, bahkan kita akan bantu supaya bisa praktik mandiri dengan layak. Daripada di sini,” ungkap Hendra.

Pada kesempatan itu, pihaknya pun sekaligus merangkul sejumlah anak muda yang mengatasnamakan Seniman Jalanan Tasikmalaya (Senjata).Agar bisa menuangkan kreasi di balai latihan, beserta salah seorang gelandangan lain, yang ditemukan sudah menahun tidur di emperan Simpang Tugu Yudanegara.

“Kita bujuk keduanya singgah di sana, kemudian nanti kita pastikan kesehatannya. Apabila memungkinkan, keduanya kita rujuk juga ke panti supaya kesehariannya bisa terperhatikan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Hendra, si nenek berusia 70-an tahun itu diduga mengalami kepikunan dan gangguan mental. Sebab, ketika diajak bercengkrama terkadang mengalami kesulitan dalam memberikan jawaban.

“Di kesempatan ini, kita juga temukan Pak Ajang (60) mengaku warga Garut dan dari keterangan warga serta pengamen, ini sudah menahun tidur emperan. Insyaallah kita respons langsung, sebab pemerintah harus hadir bagi warga-warga seperti ini,” ujar Hendra seraya menyerahkan santunan dan bahan makanan. (igi)

Berita Terkait:
MIRIS.. Nenek di Kota Tasik Terpaksa Jual Diri, Segini Tarifnya..

Nenek yang Jual Diri di Kota Tasik, Disebut Warga si Layung

Empati & Kepedulian Terus Mengalir, Si Layung: Hatur Nuhun

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.