New Normal, Warga yang Mau Masuk Kota Tasik Harus Tunjukan Ini..

10191
15

KOTA TASIK – Meski menerapkan tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau dengan istilah gayanya New Normal, Pemkot Tasik tetap mengetatkan protokol kesehatan terhadap mobilitas warga.

Bahkan Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasik akan melakukan penyekatan di 5 titik batas kota. Yakni, Indihiang, Karangresik, Urug Kawalu, Mangkubumi, dan Awipari.

Selain itu, warga yang hendak masuk ke wilayah Kota Tasik, harus menunjukkan surat keterangan sehat dan bukti hasil uji cepat rapid test, Covid-19.

Sedangkan, sejumlah pos penyekatan di kawasan pusat kota tak lagi dioperasikan. Namun, petugas langsung memantau penerapan protokol kesehatan ke kawasan kerumunan massa seperti pasar, kawasan pertokoan, dan mall.

Baca juga : 2 Juni Kota Tasik Terapkan New Normal (AKB)
Baca juga : New Normal, Masjid Agung Kota Tasik Dibuka untuk Jamaah

“Pemberlakuan New Normal atau AKB bukan berarti seluruh aktivitas warga kembali seperti biasa, tanpa protokol kesehatan,” ujar Wali Kota Tasik, H Budi Budiman.

“Kami tak ingin warga yang masuk ke Kota Tasik itu tidak menjadi imported case,” sambung Ketua Gugus Tugas Covid-19 ini.

Sementara, hingga saat ini kasus Covid-19 di Kota Tasik tercatat 48 kasus positif. Dimana, 24 orang terkonfirmasi melalui tes swab dan 24 orang melalui uji cepat.

Dari 48 orang, 37 orang telah dinyatakan telah sembuh atau negatif dan 8 orang masih dalam perawatan. Sedangkan tiga orang meninggal dunia.

Penambahan satu kasus terakhir, berasal warga Kota Tasik yang bekerja sebagai karyawan Toserba di Ciamis.

(agustiana_age)

Loading...
loading...

15 KOMENTAR

  1. Bagus pa wali..tapi sebaliknya warga bapa jg kalau mau keluar dari kota tasik di wajibkan memenuhi syarat seperti mau masuk kota..jadi balance.

  2. Maksudnya apa kok plin plan buat aturan tuh, ….gubernur dah menyatakan PSBB….selesai…..kok masih dilaksanakan aja….harus pake SIKM segala……Bener kata c Dawala….klo pola pikirnya seperti itu mah…….sebenarnya tau ga corona itu apa…..??……

  3. Bikin sikm nya bayar ga kang? Kalo gratis sih gpp, tapi kalo bayar ya mungkin buat pemasukan kantong pribadi eh maksudnya jadi pendapatan daerah

  4. Karunya atuh kanu rek pulang kampung geus keuna ku aturan larangan mudik,ayeuna rek dibeungbeuratan deui ku rupa rupa syarat anu biayana mahal,sungguh terlalu dimana letak keadilan,yg mau pulang kampung juga sama manusia!

  5. Ini sih ga masuk akal buat kalangan bawah dimana tidak mampu membayar biaya pembuatan sikm. Tetangga bikin sikm habis Rp.650.000 . Nominal tersebut mungkin recehan buat kalian, tapi buat kalangan orang tertentu itu nominal yang sangat besar. Tolong dipikir lagi kalau membuat kebijakan. Dan apabila tetap pada pendirian tersebut, tolong gratiskan biaya tersebut. Nah ini baru adil.

  6. Sebaiknya peraturan new normal..jangan terlalu mempersulit orang yg mau masuk dan keluar kota tasik..terutama harus punya surat sehat copid_19, sebab biaya untuk tes itu sangat mahal dan tak masuk akal..???

  7. Yang perlu diingat adalah..roda ekonomi harus cepat berjalan, ada konsekwensi nya jika psbb yg diterapkan terlalu memberatkan dan bertele tele, yaitu disamping ekonomi masyarakat akan hancur lalu akan terjadi gejolak di masyarakat dan itu yg perlu di khawatirkan .

  8. Sakalian we sina nyarieun passpor….da nyieun SIKM teh teu gampang….komo ka desa..ka kacamatan..acan ka polisi..ka puskesmas….lamun map na teu melendung mah….diantepkeun we moal dipalire…di lila lila……

  9. atanapi, bagaimana kalau yg tak punya surat lolos dirapid tes di ceck point. susah soalna mau rapid tes kalau senditi2 mah. ke puskesmasnya takut ada pasien korona

  10. Saya satuju pisan asal diberlakukan adil dan fair untuk semua kalangan dan tidak pandang bulu. Walau saya nu merantau bakal hese panggih jeung anak pamajikan. Biasa mulang 2 minggu sakali, ayeuna mah meureun 3 bulan sakali bari jeung hese. Tapi teu nanaon asal anak pamajikan saya aman ti covid-19. Tapi mun teu adil saya teu ridho. Da sarua jeung mempertaruhkan anak pamajikan gara2 sagelintir jelema nu meunang previlage.

  11. Masa, keadaan baru, tapi masih keneh harus diawasi. Berarti bukan keadaan baru atuh. Ini malah PSBB PSBB keneh. Kalau masa normal yah harus tanpa pengawasan. Dilokdon PSBB saja, orang2 masih berkumpul. Ah lalueur

  12. Ini mah tiori aja di lapangan egk kaya gini Tasik udh kaya suasana hari hari biasa ramai dan padat jalan , pasar, pertokoan dll.
    Di jalan juga lancar lancar aja.
    Pos cek poin juga tidak ada lagi.
    Jadi jangan di ributin u saudara saudara ku yg komen diatas.
    Lebih baik di buktikan lsng aja ke Tasik nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.