Neymar Sepakat ke Barcelona

24
0

BARCELONA – Neymar telah mencapai kesepakatan dengan Barcelona dan akan kembali ke Camp Nou, musim panas ini. Syarat sudah disetujui dan ia bersedia memangkas gajinya.

Sudah dilaporkan dalam beberapa hari terakhir bahwa Neymar telah memberi tahu para pemain Barcelona bahwa ia akan kembali di tengah spekulasi pers yang intens soal masa depannya. Selain itu, ia secara terbuka sudah meminta maaf kepada petinggi klub dan menyatakan bahwa kepindahannya ke PSG adalah sebuah kesalahan.

Sekarang surat kabar Catalan, Sport, secara eksklusif mengungkapkan bahwa Neymar dan Barcelona telah mencapai kesepakatan lisan atas tawaran kontrak. Laporan itu mengklaim bahwa Neymar akan menandatangani kontrak lima tahun yang membuatnya akan tinggal di Camp Nou hingga usia 32 tahun.

Keinginannya penyerang Brasil itu untuk kembali ke Camp Nou begitu kuat, sehingga ia menerima tanpa ragu semua syarat yang ditawarkan oleh presiden Barca Josep Maria Bartomeu. Karena Barca akan dipaksa PSG untuk membayar biaya perpindahan yang besar, Neymar tidak ingin membahayakan transfer dengan menegosiasikan persyaratan.

Selanjutnya, gajinya ditetapkan akan berkurang hampir setengahnya, dari 36,8 juta euro (Rp 592 miliar) per musim menjadi sekitar 24 juta euro (Rp 386 miliar) per musim. Angka itu mendekati apa yang ia terima sebelum keberangkatannya yang kontroversial ke Paris dua tahun lalu.

Sport menam­bahkan bahwa ­prioritas Neymar saat ini adalah sepak bola. Ia tidak lagi terlalu mempedulikan uang. Dia juga ingin menemukan kembali cintanya untuk permainan di tempat di mana ia merasa sangat bahagia.

PSG tidak akan membiarkan Neymar pergi kecuali Barca bersedia mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa PSG meminta dana tak kurang dari Rp 3,4 triliun plus pemain bintang.

Selama di PSG, Neymar sebenarnya tampil mengesankan. Dalam 58 pertandingan, ia mencetak 51 gol dan memenangkan gelar Ligue 1 berturut-turut. Satu kegagalannya adalah memberi gelar Eropa yang menjadi tujuan utama klub kaya Prancis tersebut.

Menginspirasi PSG meraih gelar di Liga Champions memang merupakan satu-satunya harapan bagi dia untuk memenangkan Ballon d’Or. Sayang, selama dua musim di PSG, ambisi itu tak bisa terwujud. Dia selalu mengalami cedera ketika klubnya melakoni laga-laga krusial di fase knockout. (amr/ian/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.