Ngaku Dianiaya Makhluk Halus

237
0
AKAN CABUT LAPORAN. Ustaz Rian Riana, Jumat (2/3) menunjukkan surat pernyataan dan akan mencabut laporannya ke Polres Ciamis. Dia memberikan keterangan kepada wartawan di kantor Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng.

CIAMIS – Guru mengaji Rian Riana (35) asal Dusun Marongmong, Darmacaang, Cikoneng, yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal, Jumat (2/3) berencana mencabut laporannya ke Polres Ciamis.

Bertempat di Kantor Desa Darmacaang Kabupaten Ciamis, kemarin sore, didampingi Kepala Desa Ii Suherli dan rekan-rekannya, Rian mengaku bahwa yang menyerangnya bukan manusia, melainkan mahluk halus.

Memang awalnya, kata Rian, saat itu dia merasa disetrum, diseret dan dipukuli serta merasa keluar darah. Namun setelah divisum, hasilnya menyatakan dia sehat. Seperti tidak terjadi apa-apa. Untuk itu, dia menyimpulkan penganiayaan saat itu bukan dilakukan orang, namun makhluk gaib atau makhluk halus.

Atas kesimpulan tersebut, dia mengklarifikasi melalui surat pernyataan tertulis. Karena, saat ini ada keresahan di masyarakat hingga dikhawatirkan berdampak kepada kondusivitas Ciamis dan cemas terjadi salah sasaran. “Saya juga akan segera mencabut laporan ke Polres Ciamis,“ jelasnya kepada wartawan.

Kepala Desa Darmacaang Ii Suherli berharap klarifikasi tertulis yang dibuat Rian menjadikan kejadian tersebut lebih jelas dan tidak ada lagi praduga-praduga di masyarakat.

Apabila masyarakat merasa terganggu dan resah, kata dia, mohon maaf sekali. Karena itu bukan disengaja tetapi kenyataannya seperti itu. “Mudah-mudahan situasi menjadi tenang semuanya dan aman tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan lagi,“ ujarnya.
Jumat (2/3), dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto mengatakan pengakuan Rian tersebut mengejutkan. Apalagi Rian akan mencabut laporannya.

Selanjutnya, kata dia, pihak kepolisian akan melaksanakan gelar perkara dan mengumpulkan bukti-bukti dari pengakuan Rian. Termasuk, berkoordinasi dengan psikiater untuk melakukan pemeriksaan terhadap Rian. Itu untuk memastikan yang bersangkutan berbohong atau tidak. ”Kami nanti mau koordinasi sama dokter psikater,” ujarnya.

Rian Riana, sebelumnya, mengaku dipukul seseorang saat pulang mengajar ngaji dari Masjid Nurul Iman Senin malam (26/2) sekitar pukul 20.30. Jarak lokasi pemukulan dari masjid hanya sekitar 25 meter. Akibat kejadian itu, korban yang merupakan perangkat Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng dilarikan ke RSUD Ciamis oleh warga. Kini, kondisinya mulai membaik.

Rian menjelaskan, malam itu dia baru pulang dari masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba, bagian belakang kepalanya terasa seperti disetrum, kemudian dipukul menggunakan benda tumpul. Setelah itu dia tidak ingat apa yang terjadi karena pingsan.

Beberapa saat kemudian dia sadar dan langsung berteriak meminta tolong. Warga kemudian berdatangan dan membawanya pulang ke rumah. “Saya tidak mengetahui persis pelaku penyerangan siapa karena dari belakang,” ucapnya saat ditemui di RSUD Ciamis Selasa (27/2).

Rian mengaku kaget lantaran selama ini dia tidak punya musuh. Ia pun mengaku tak punya masalah dengan siapa pun. “Perasaan, saya tidak punya musuh dan masalah apa-apa dengan orang lain,” ucapnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.