Ngaku Sopir Anggota DPRD, Bawa Kabur 8 Motor di Kota Tasik

220
1

KOTA TASIK – Baru 2 bulan keluar bui dalam kasus pencurian, karena mendapat asimilisasi Covid-19, MRA (34) alias AD, warga Kabupaten Garut, kembali melakukan aksi kejahatan.

Kali ini tak tanggung-tanggung, dia melakukan aksi penipuan 8 kali di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya dan 3 kali di Polres Banjar.

Dia beraksi di setiap toko kue, meubeul dan salon. Dalam aksi penipuannya, MRA selalu mengaku sebagai sopir anggota DPRD ataupun sebagai bos yang memesan kue dalam jumlah banyak.

Ketika negosiasi hampir tuntas, dia selalu mengakui kepada korbannya pinjam motor hendak ke ATM mengambil uang.

Namun pelaku ini malah membawa kabur motor korbannya. Akhirnya, para pelaku melaporkan kejadian penipuan ini ke Polresta Tasikmalaya.

Akhirnya, Rabu (17/06) pagi, dia diciduk Satreskrim Polresta Tasikmalaya di sebuah kontrakan setelah beraksi di sebuah toko meubeul di Jalan Mitrabatik. Di lokasi itu pelaku membawa lari sebuah motor Honda Beat.

Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Yusuf Ruhiman membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku ini.

Kata dia, pelaku dapat diketahui keberadaannya setelah pihaknya melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV di lokasi-lokasi kejadian.

“Dia (pelaku, Red) harusnya insyaf karena mantan narapidana yang dapat asimilasi dengan vonis 1,6 tahun dan hanya menjalani tahanan 1,3 tahun di Lapas Sumenep, Jawa Timur,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (17/6) siang.

Terang Yusuf, dari tangan pelaku pihaknya mengamankan barang-bukti BPKB dan STNK motor Honda Beat bernopol M 4210 BE, sebuah BPKB serta STNK motor Honda Beat bernopol Z 5574 MD dan pakaian pelaku ketika beraksi yang dikenali para saksinya.

“Pelaku dikenakan pasal 378 dan atau 372 Jo 65 Ayat I KUHPidana dengan hukuman penjara 4 tahun,” terangnya.

Sementara itu pelaku penipuan, MRA mengakui semua perbuatannya. Dirinya mengaku menyesal melakukan kejahatan ini.

Namun dia mengaku terpaksa melakukan penipuan ini karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Uang dari setiap motor curian yang telah dijualnya itu dia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya menyesal pak. Tapi ya gimana lagi karena kebutuhan. Saya memang sempat ngaku sebagai supir anggota dewan dan beraksi di tempat rias penganten. Pinjam motor yang punya rias untuk ngambil uang di ATM. Uangnya untuk DP salon. Tapi ya memang saya bawa kabur motornya dan dijual ke penadah di Pangandaran,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.