Ngakunya Kesalahan Distribusi, Telur Busuk Banprov Jabar di Cipatujah Tasik Diganti Bulog

115
0
MENERIMA. Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Yayan Siswandi (kanan bawah) didampingi aparat TNI Polri usai menerima penggantian telur yang busuk dari Bulog, Rabu (17/6). PEMDES PADAWARAS FOR RADAR TASIKMALAYA

CIPATUJAH – Ribuan telur busuk dan pecah yang diterima masyarakat terdampak Covid-19 di Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah akhirnya diganti oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Barat, Rabu (17/6).

Sebanyak 1.200 telur pengganti sudah langsung didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya menerima bantuan sembako telur yang sudah busuk.

Baca juga : Sidak Kemenkumham, Pegawai dan Penghuni Lapas Tasik Dites Urine

Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Yayan Siswandi SIP mengatakan, setelah muncul adanya masalah paket bantuan sosial Covid-19 berupa telur busuk, pihak Bulog langsung menggantinya dengan kualitas bagus dan layak konsumsi. “Telur yang busuk sudah diganti oleh Bulog hari ini (17/6).

Datang ke desa langsung kita salurkan lagi kepada 38 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya menerima bantuan dalam kondisi busuk,” jelas Yayan kepada Radar, kemarin.

Yayan mengaku berterima kasih kepada Perum Bulog Gudang Tasikmalaya yang sudah mengganti telur busuk dengan telur yang baru dan layak konsumsi oleh penerima manfaat.

Loading...

“Jadi permasalahan ini tidak melebar dan meluas. Kami apresiasi respons cepat Bulog Tasikmalaya. Mudah-mudahan ke depannya bantuan dari provinsi semakin baik,” ingin dia.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum sangat menyayangkan atas kejadian ditemukannya bantuan sosial provinsi untuk masyarakat terdampak Covid-19 berupa telur busuk.

Menurut Uu, munculnya telur busuk dalam bantuan sosial gubernur disebabkan lambatnya proses pendistribusian yang dilaksanakan oleh PT Pos.

“Kan anggarannya sudah teranggarkan seluruhnya, seharusnya bantuan dari gubernur sudah masuk tahap tiga. Namun, kenyataan di lapangan bantuan yang diterima masyarakat baru tahap satu,” ungkap Uu.

Padahal, tambah Uu, seharusnya bulan Juni ini bantuan dari gubernur harus sudah masuk tahap tiga. Jadi permasalahannya ada dari distribusi PT Pos.

“Dulu mereka sanggup untuk mendistribusikan bantuan tepat waktu. Tetapi kenyataannya tidak. Hari ini masih banyak masyarakat yang baru menerima bantuan gubernur tahap satu,” terang dia.

Uu mengkhawatirkan kondisi masyarakat yang sangat berharap sekali mendapatkan bantuan sembako di tengah dampak ekonomi sosial akibat Covid-19.

“Kasihan masyarakat terdampak, pemerintah, Pak gubernur, saya tersalahkan. Padahal masalahnya ada di pendistribusian,” katanya.

Baca juga : 3 Rampok Motor di Jalan Sewaka Kota Tasik Diringkus Polisi, Begini Modusnya..

Uu mengaku sangat paham dengan kebutuhan masyarakat di tengah Covid-19, adalah bantuan berbentuk sembako.

“Saya keliling Jabar di tengah pandemi Covid-19. Saya tahu persis yang dibutuhkan masyarakat adalah sembako. Kalau uang atau bantuan tunai khawatir dimanfaatkan kepentingan politis,” tambah Uu. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.