Ngeri! Polisi Sita Gergaji dari Jok Motor Milik Oknum Pelajar

8
DIAMANKAN: Ipda Yusuf Ariandi menggunakan baju hitam bersama anggota SPK Polsek Plered, Kabupaten Cirebon, menujukkan barang bukti senjata tajam dan sepeda motor.

CIREBON – Meski tengah digelar ujian, aksi tawuran tetap jalan terus. Seperti yang terjadi, Selasa (27/11) sekitar pukul 10.30 WIB.

Sebuah sekolah kejuruan yang berlokasi di Jalan Raya Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon diserang puluhan pelajar yang berasal dari Kota Cirebon.

Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, kejadian tersebut diawali dari munculnya kelompok pelajar salah satu sekolah yang menumpangi mobil omprengan truk trailer.

Sampai di lokasi, tepatnya di depan sekolah, mereka langsung melempari dengan batu sambil berteriak memprovokasi pelajar yang sedang ada di dalam kelas.

Karena sedang melaksanakan ujian, para pelajar tidak terpancing. Rupanya, serangan pertama itu tidak membuat gerombolan pelajar puas.

Mereka datang lagi dengan menumpangi mobil elf. Mereka kembali menyerang sambil melempar batu dan berteriak-teriak.

“Dua kali yang dari kota memprovokasi. Tapi, para pelajar tidak keluar sekolah karena fokus ujian. Mereka tidak terpancing,” ujar Kapolsek Plered AKP Budi Hartono melalui Kanit Reskrim Ipda Yusuf Ariandi.

TAWURAN: Warga terprovokasi saat melerai tawuran antar pelajar di Jalan Raya Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (27/11).

Namun, para pelajar asal Kota Cirebon itu tidak menyerah. Mereka nekat datang dengan mengendarai sepeda motor. Di depan sekolah, mereka kembali melemparkan batu. Rupanya, aksi kali ini berhasil memancing keributan.

Banyak warga sekitar dan juga puluhan pelajar yang sudah menyelesaikan ujian terprovokasi. Mereka balas menyerang.

Gerombolan pelajar yang mengendarai sepeda motor tersebut pun kabur ke arah Palimanan. Apes, satu pengendara sepeda motor Honda Supra X  nopol E 2508 IX menabrak bus yang ada di depannya.

“Pengendara motor Honda Supra X ini menabrak bus. Kemudian lari menyelamatkan diri meninggalkan motornya untuk naik bus yang ada di depannya,” papar  Yusuf.

Masyarakat yang geram mencoba melerai menghentikan puluhan pelajar yang akan membalas penyerangan itu. Kericuhan tak terbendung hingga jalan diblokade selama beberapa menit.

Tidak lama kemudian petugas Polsek Plered datang ke lokasi, sehingga para pelajar tersebut dapat dibubarkan.

Sedangkan, sepeda motor Honda Supra X milik salah satu oknum pelajar yang menyerang dibawa ke Mapolsek Plered untuk dijadikan sebagai barang bukti.

“Saat kita periksa joknya, ternyata  ada senjata tajam berbentuk gergaji. Jadi mereka sengaja melakukan penyerangan. Kita masih lidik ini milik siapa,” pungkas Yusuf. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.