Nilai Raport Penentu Kelulusan Siswa di Kota Tasik

229
0
KOORDINASI. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos (tengah) memimpin rapat di SDN Kompleks Pengadilan Kamis (26/3). Rapat ini merumuskan pelaksanaan kebijakan pendidikan di tengah wabah Covid-19. FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menggelar rapat terbatas untuk menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) Selasa (24/3).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos mengatakan musyawarah yang diikuti perwakilan MKKS, KKKS, pengawas serta PAUDNI ini merumuskan pelaksanaan kebijakan pendidikan di Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Grab & Pemkot Tasik Bersatu Perangi Covid-19 Melalui Gerakan #KitaVsCorona

“Hasil rapat, semua peserta sepakat melaksanakan surat edaran yang berisi pembatalan ujian nasional, aturan ujian sekolah, proses belajar di rumah dan kelulusan menggunakan nilai rapor 5 semester terakhir,” kata Budiaman.

Ia menjelaskan, dengan adanya pembatalan UNBK, maka kelulusannya menggunakan nilai rapor. “Saya kira sudah seragam dan setuju (isi Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, Red), nanti Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang bisa membuat regulasi untuk menerjemahkan surat edaran pusat. Termasuk untuk bukti kelulusan,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, pihaknya menititik beratkan untuk keamanan dan kesehatan siswa. Selain itu, yang terpenting siswa juga sudah terpenuhi masa belajarnya sesuai dengan kalender pendidikan dan kurikulum serta ada bukti dia lulus atau naik tingkat.

Loading...

Mengenai perpanjangan waktu belajar di rumah untuk siswa, menurut H Budiaman, pihaknya setuju-setuju saja, karena saat ini kondisi penyebaran virus corona semakin meningkat. Namun, Disdik sedang menunggu keputusan dari Wali Kota Tasikmalaya.

“Mudah-mudahan Pak Wali bisa memperpanjang (waktu belajar di rumah, Red) paling tidak 14 hari ke depan yakni 30 Maret sampai 12 April. Sambil melihat perkembangan covid-19, maka bisa belajar di rumah,” katanya.

Baca juga : Warga Tolak Unper Jadi Ruang Isolasi Corona, Pemkot Tasik Gunakan Rusunawa Unsil di Tamansari

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dr H Dadang Yudhistira SH MPd mengimbau ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi, tes daring, dan bisa dalam bentuk asesmen jarak jauh lainnya. Sebab kegiatan yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan.

“Esensinya ujian sekolah itu tidak menentukan kelulusan. Kalau ujian sekolah mau dilaksanakan silahkan tapi tidak mengumpulkan peserta didik,” katanya. Bila memungkinkan ujian daring juga silahkan. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.