Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

NKRI Harga Mati, Peringatkan Pemerintah dengan Lembut

156
0
BUDAYAKAN IKLIM DISKUSI. Ketua DPC PKB Kabupaten Pangandaran Jalal (kanan) dan KH Yayan Bunyamin (ketiga dari kanan) saat acara bedah buku Fikih Kebangsaan di aula DPRD Kabupaten Pangandaran Rabu (28/2).

Pemateri bedah buku Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan KH Yayan Bunyamin mengatakan bahwa buku tersebut memetakan tentang pola pikir kalangan pesantren NU. Termasuk cara menerima Pancasila sebagai dasar persatuan dan kesatuan. ”Di tengah muncul era demokrasi berpendapat sekarang ini tentu ada akhlak yang harus ditekankan, di sini bagaimana akhlak NU dalam memperingatkan pemerintah dengan cara-cara yang lembut sesuai ajaran Islam,” ungkap KH Yayan Bunyamin kepada Radar saat ditemui di aula DPRD Pangandaran Rabu (28/2).

Buku Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan juga menyoroti tentang bentuk dan sistem negara Indonesia yang sudah final. ”Jadi secara de facto, NU tidak akan mengusulkan bentuk negara yang lain, ini sudah final,” tegas KH Yayan.

Maka dari itu, buku Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan menjustifikasi argumen teologis alasan NU memiliki pandangan dan keputusan seperti itu. ”Menyatakan bahwa NKRI harga mati, mencintai tanah air sebagian dari iman, di sini ada referensinya ada argumentasi ideologis yang ilmiah,” tutur KH Yayan.

Secara khusus buku Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan memang diperuntukan untuk kalangan NU. ”Ya intinya untuk meng-NU-kan orang NU, buku hasil forum Pesantren Lirboyo ini,” jelasnya.

KH Yayan berharap ide-ide buku Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan bisa diterima kalangan Nahdliyin, karena menurut KH Yayan, NU bukan hanya sekadar qunut dan tahlil saja. Tetapi lebih dari bagaimana manhaj politik Nahdliyin bisa tersampaikan.

”Kami mengharapkan saudara- saudara di luar NU bisa mengoreksi dan mengkaji buku ini. Kalau ada yang kurang, kita legowo menerima masukan. Kalau sudah fix, mari kita satukan suara demi persatuan NKRI,” tegas KH Yayan.

Ketua DPC PKB Kabupaten Pangandaran Jalal sangat menyambut baik bedah buku Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan. Menurut dia, bedah buku tersebut bisa menjadi pola baru menciptakan iklim diskusi yang baik di Pangandaran.
”Buku yang berisi tentang konsep-konsep kebangsaan dan dibedah bersama-sama dengan warga Nahdliyin itu sungguh luar biasa,” jelasnya.

Menurutnya, kebersamaan dan perbedaan itu merupakan suatu fitrah, lalu tentu saja dibingkai dalam suatu persatuan yang disebut Bhineka Tunggal Ika. ”Tentu saja dengan menjaga ke­murnian agama dan kemurnian jiwa,” tegasnya. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.