Nol Kasus Corona, Tapi Status Kota Tasik tak Berubah

251
0

TASIK – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah di angka nol, hampir seminggu tidak ada penambahan lagi. Akan tetapi status Kota Tasikmalaya tidak kunjung berubah menjadi zona hijau.

Berdasarkan data Gugus Tugas Kota Tasikmalaya, saat ini sudah tidak ada lagi pasien positif yang masih aktif.

Baca juga : Polsek Rajapolah Tasik Angkat Anak Asuh Siswi SMP Yatim Piatu

Ada pun yang masih ditangani yakni 18 Orang Tanpa Gejala (OTG), 26 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya, Eki S Baehaqi mempertanyakan soal status tersebut.

Seharusnya, kondisi ini menjadi dasar bahwa penanganan Covide-19 di Kota Tasikmalaya semakin terkendali.

Loading...

“Kondisinya kan sudah jauh lebih baik, kenapa masih terus di zona biru,” ungkapnya kepada Radar, (2/8).

Status tersebut berkaitan dengan hak-hak masyarakat dalam melaksanakan aktivitasnya. Khususnya anak-anak bisa kembali bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang lebih layak.

“Kalau zona hijau, kan sekolah juga bisa dibuka lagi,” tuturnya.

Tinggal, pemerintah menyiapkan protokol kesehatan yang matang untuk mencegah munculnya pasien baru. Selain itu, pengawasan juga penting dilakukan Tim Gugus Tugas.

“Karena sebagus apapun konsep, tanpa pengawasan sama saja bohong,” ujarnya.

Pria yang juga Ketua LBH Ansor Kota Tasikmalaya itu pun, menilai larangan sekolah dibuka cukup aneh.

Pasalnya, pasca PSBB dicabut, pada prinsipnya semua kegiatan masyarakat sudah bisa berjalan dengan protokol kesehatan.

“Aktivitas ekonomi kan sudah bisa berjalan, kenapa sekolah masih dilarang,” katanya.

Terpisah, Sekda Kota TasikmalayaDrs H Ivan Dicksan mengakui bahwa penanganan wabah sudah lebih terkendali. Akan tetapi soal perubahan status, itu ditetapkan oleh Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat.

“Dan tidak langsung berubah karena biasanya penilaiannya itu setiap dua minggu, mudah-mudahan Tasik bisa masuk zona hijau,” katanya.

Soal pendidikan, pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Karena kebijakan soal sekolah ada di Kementerian Pendidikan.

“Kami masih terus komunikasikan kalau soal pendidikan,” katanya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.