November Rehabilitasi Dimulai, Pemkot Palu Telah Siapkan Lokasi

6

FIN.CO.ID, JAKARTA – Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) dimulai awal November mendatang.

Lahan untuk membangun rumah warga telah disiapkan Pemerintah Kota Palu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkapkan hal tersebut.

Itu sesuai dengan instruksi langsung Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) yang juga Komandan Penanganan Bencana Sulteng.

“Saat ini tim masih bekerja untuk melakukan pendataan dalam menghitung kerugian dan kerusakan serta kebutuhan untuk keperluan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya di Gedung BNBP, Rabu (10/10).

Sutopo juga menjelaskan, mulai Kamis (11/11), hari ini, proses evakusi juga resmi dihentikan. Fokus utama saat ini yakni menyiapkan kebutuhan layanan dasar untuk pengungsi pada fase masa transisi.

“Terutama pembangunan hunian sementara, sekolah darurat, dan bantuan logistik akan terus dilanjutkan hingga akhir Oktober,” ungkapnya.

Untuk persiapan lahan relokasi pemerintah provinsi Sulteng telah berkoordinasi dengan Pemkot Palu, Pemkab Sigi, dan Donggala untuk menentukan lahan pembangunan hunian sementara.

“Sementara untuk korban di Perumnas Balaora dan Petobo, Pemkot Palu telah menentukan lokasi untuk reloksi. Tempatnya di Duyu dan Ngata baru,” jelas Sutopo.

Sutopo menjelaskan, untuk relokasi, pemerintah melalui lintas kementerian akan bekerja dalam menentukan master plan perwajahan Kota Palu.

Di antaranya, pihaknya telah meminta kebijakan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang agar lahan yang telah ditentukan bisa segera dimanfaatkan untuk relokasi.

“Kita juga telah menerjunkan tim ahli untuk memastikan keamanan lahan relokasi yang sudah kita tetapkan,” ucapnya.

Hingga, Rabu, 10 Oktober kemarin, data BNPB menunjukkan korban meninggal akibat gempa dan tsunami tercatat, 2.045 orang.

Ada pun jumlah korban hilang tercatat 671 orang dan pengungsi 82.775 jiwa. “Jadi semua korban meninggal telah kita makamkan. Adapun korban luka tercatat 10.679 orang. Di mana 2.549 di antaranya menderita luka berat,” jelas Sutopo.

Untuk evakuasi keluar dari Sulteng, Makassar menjadi tujuan utama para korban. Dijelaskan Sutopo ada 12.476 korban yang telah berlabuh di Kota Daeng. Rinciannya, 10.623 menggunakan jalur udara dan jalur laut, 1.908 orang.

“Adapun korban tujuan Balikpapan selama proses evakuasi telah kami berangkatkan 4.474 orang melalui jalur udara. Sementara jumlah korban yang dievakuasi melalui jalur udara ke Jakarta juga mencapai 385 orang,” pungkas Sutopo.

(RDI/FIN)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.