Nurindah Raih Nilai UNBK Tertinggi

546
0
BERPRESTASI. Peserta didik SMP Negeri 1 Tasikmalaya Nurindah (kiri) bersama ibunya Iis Nuraeni bangga bisa meraih nilai tertinggi UNBK se-Kota Tasikmalaya. FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Nurindah, siswi SMP Negeri 1 Tasikmalaya berhasil meraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tertinggi tahun ajaran 2018-2019. Anak dari pasangan Iis Nur Aeni dan Agus Gumilar ini mencatatkan nilai 389,0 dari empat mata pelajaran.

Nurindah mengaku target awal pada UNBK tahun ini hanya berada urutan tiga besar se-Kota Tasikmalaya. “Memang target saya tiga besar peraih nilai tertinggi UNBK. Alhamdulillah pada kenyataannya bisa meraih yang terbaik pertama dan saya bersyukur sekali, ini berkat kerja keras belajar dan doa orang tua,” katanya kepada Radar, Minggu (9/6).

Kata dia, untuk meraih prestasi ini memang tidak mudah. Giat belajar dan mengikuti bimbingan harus ditempuh untuk mendapatkan hasil maksimal. “Sebenarnya waktu persiapan belajar sudah sejak kelas VIII, dengan mengikuti bimbingan belajar dan les. Selain itu juga mengerjakan soal-soal try out dan berlatih soal online juga yang didapatkan dari bimbingan belajar,” ungkap anak sulung dari dua saudara ini.

Walaupun banyak persiapan belajar, kata dia, dirinya juga menyeimbangkan istirahat dan mengasah kemampuan jelang UNBK. Sehingga konsentrasi tetap terjaga saat pelaksanaan ujian tersebut. “Belajar dan istirahatnya harus dijaga supaya tetap seimbang,” kata remaja yang genap berusia 15 tahun ini.

Atas raihan ini, Nurindah berterima kasih kepada guru-guru dan orang tua yang terus membimbing hingga meraih hasil membanggakan. Hasil ini akan dijadikan modal untuk melanjutkan sekolah dan menggapai cita-cita untuk terus membanggakan orang tua. “Selanjutnya akan melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya semoga bisa lebih baik lagi. Sehingga mengapai cita-citanya melanjutkannya untuk kuliah di kedokteran STAN,” harapnya.

Iis Nuraeni, ibu dari Nurindah mengatakan bahwa peran orang tua harus aktif dalam mendorong anaknya untuk rajin belajar. “Orang tua juga harus memahami karakter serta kelebihan dan kelemahan anaknya. Apabila terdapat kelemahan, harus bersama-sama mencari jalan untuk menutup kekurangannya itu salah satunya menekunkan pada belajar,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, orang tua juga harus aktif dalam mengontrol kegiatan apa saja yang dilakukan anaknya. Sehingga semua kegiatan yang dilakukan bisa seimbang, antara belajar di sekolah, rumah dan bersosialisasi dengan teman-temannya.

Atas raihan ini, kata dia, keluarga merasa bersyukur dan bangga bisa meraih nilai tertinggi se-Kota Tasikmalaya. “Memang anak saya sejak masih SD sudah terlihat motivasi dan keinginan untuk belajarnya. Makanya saya dukung dengan menyediakan fasilitas seperti buku-buku dan mengikutkannya pada les serta bimbingan belajar lainnya, supaya motivasinya terus bertambah,” -paparnya.(mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.