Nutrisi Cukup, Santri Sehat

84
0

TASIK – Institute For Civil Society Development (ICSD) dan Unilever Indonesia bersama perwakilan pondok pesantren se-Jawa Barat menggelar pelatihan pesantren sehat dengan pembiasaan masak lezat sesuai isi piring serta perilaku hidup bersih dan sehat, di Hotel Grand Metro, Tasikmalaya, Kamis (26/12).

Direktur ICSD dan Partner Unilever Indonesia (PDK) untuk Unilever Sustainable Living Plan (USLP) Deni Rusyniadi menjelaskan, pelatihan nutrisi menu atau pesantren sehat ini bertujuan untuk meningkatkan asupan nutrisi makanan bagi santri di pondok pesantren.

“Program ini sudah menjangkau 100 pesantren di Jawa Barat. Sudah terealisasi di 75 pesantren dari 18 kota/kabupaten di Jawa Barat. Seperti Banjar, Ciamis, Kuningan, Garut, Bandung, Cianjur, Karawang termasuk Kota dan Kabupaten Tasik,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Pelatihan ini, terang Deni, dapat mengoptimalkan sumber bahan pangan lokal bernutrisi bagi santri. Seperti pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu jenis makanan yang punya nutrisi 70 persen lebih tinggi dibanding sayuran lainnya.

Pada intinya, tambah Deni, pelatihan ini mengajarkan memasak resep kepada juru masak atau rais di pesantren. Cara mengelola, menyiapkan dan menghidangkan berbagai macam menu makanan berbahan pangan lokal dengan nutrisi tinggi. “Harapannya daya tahan tubuh santri meningkat pada proses belajar, sehingga melahirkan santri berkualitas juara lahir batin,” katanya.

Asisten Sales Manager Unilever Area Tasikmalaya Oki Kurnia Sugiarto mempercayai program kesehatan pesantren menjadi bentuk ikhtiar semua untuk mewujudkan santri dan Indonesia sehat. “Kita semua sama-sama menyadari potensi jutaan santri yang ada di Indonesia serta bagaimana pengurus berperan besar sebagai agen perubahan yang berpengaruh di lingkungan ponpes masing-masing, dengan mengupayakan pesantren dan santri yang sehat,” kata dia.

Perwakilan Forum Pondok Pesantren se-Provinsi Jawa Barat KH Yusuf Roni berterima kasih atas program yang dilaksanakan ICSD dan Unilever untuk santri dan pesantren sehat. “Selain membantu pesantren dan santri sehat juga mencetak santri yang unggul dan bisa berkontribusi bagi agama dan negara,” kata dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.