Nyamuk DBD Kebal Fogging

244
0
Istimewa   PERIKSA. Tim Surveilans Puskesmas memeriksa lokasi DBD di Kampung Cijelereun Desa Mekarsari Kecamatan Bayongbong, Garut.

BAYONGBONG – Pasca adanya warga yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kampung Cijelereun Desa Mekarsari Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan dari Puskesmas Bayongbong langsung terjun ke lokasi untuk memeriksa jentik.
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Bayongbong Ida Roslina menuturkan pihaknya mengecek rumah-rumah di sekitar dengan radius lima rumah dari korban DBD, mulai dari kiri, kanan, depan dan belakang.
“Ini kita lakukan guna memastikan apakah serangan nyamuk berasal dari kampung tersebut atau bukan. Karena Kampung Cijelereun ini, warganya memang tiap tahun rutin diserang DBD,” ujarnya.
Meski tidak menemukan adanya jentik nyamuk di rumah warga yang sebelumnya terserang DBD. Kata dia, Bisa saja penyakit itu disebabkan karena korban digigit di tempat lain. “Rentang waktu digigit nyamuk DBD sampai timbul gejala itu bisa memakan waktu sampai 12 hari,” ungkapnya.
Selain itu, nyamuk DBD saat ini juga kebal terhadap racun yang digunakan dalam fogging. Diduga bahwa nyamuk DBD mengalami mutasi sehingga menjadi kebal terhadap obat yang ada. ”Memang kini nyamuk DBD itu kebal terhadap fogging,” tuturnya.
Tenaga Surveilans Puskesmas Bayongbong Agus Sulaiman mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menguras tempat penampungan air dan menutupnya. “Jentik nyamuk biasanya terdapat di toren air atau di bawah dispenser,”singkatnya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.