Nyaris 1000 Orang, Kota Tasik Paling Cepat Sebaran Covid-19 di Priangan Timur

13452
0
H BUDI BUDIMAN

TASIK – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Tasikmalaya nyaris menembus angka seribu orang. Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya per Jumat (10/4), tercatat 950 ODP, dengan rincian 563 diantaranya masih dalam proses pemantauan sedangkan 387 orang sudah selesai pemantauan.

Jumlah pasien positif pun mengalami peningkatan dari Kamis (9/4) sebanyak 9 orang menjadi 10 orang positif Covid-19. 7 diantaranya masih dalam perawatan, 2 orang sembuh dan 1 meninggal dunia. Jumlah tersebut 3 diantaranya terkonfirmasi laboratorium, sementara 7 sisanya melalui rapid test.

Baca juga : Lewat HZ Mustofa Kota Tasik Wajib Pake Masker! Tidak Pake Disanksi Polisi

Sedangkan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 18 orang, 3 masih dalam pengawasan, 14 selesai pengawasan dan 1 orang meninggal dunia. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah me­n­jadi 75 orang, 63 masih dipantau dan 12 sudah selesai pemantauan. “Penambahan satu orang positif, merupakan hasil rapid test. Sedang dipantau terus oleh Dinas Kesehatan, sekaligus pengecekan lanjutan di laboratorium,” kata Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan kepada Radar, Jumat (10/4).

Ivan menegaskan hasil pencatatan tersebut menempatkan Kota Tasikmalaya berada di urutan tertinggi penyebaran Covid-19 di Wilayah Priangan Timur. “Jumlah kita paling cepat di Priatim, dilihat dari pasien positif yang terus bertambah,” ungkapnya.

Pihaknya kembali mengusulkan penambahan rapid test terhadap Pemprov Jawa Barat, supaya bisa mendeteksi potensi penularan lebih awal. “Kemarin baru sekitar 1.600-an alat yang dikirim dan sudah habis. Baiknya kan ketika ada orang dari Jabodetabek khususnya, masuk ke kita bisa langsung dicek supaya jelas. Karena alat terbatas maka antisipasinya kita pantau dulu,” tuturnya memaparkan.

Sesuai arahan Wali Kota Tasikmalaya, kata dia, sejumlah personel di posko akan ditarik. Difokuskan terhadap pengawasan di perbatasan utama seperti Posko Indihiang, Mangkubumi dan Karangresik Kecamatan Cipedes. Sebab, potensi pendatang yang masuk ke daerah berisiko merupakan dari Zona Merah seperti Jabodetabek dan sekitarnya. “Kalau Posko Urug misalnya, itu banyaknya transportasi lokal dari Kabupaten ke Kota Tasikmalaya,” kata dia.

Baca juga : 2.000 Pemudik dari Zona Merah Masuk Pagerageung Tasik, Puluhan Orang Dikarantina

Selain itu, pihaknya akan melebarkan Gugus Tugas sampai ke tingkat kelurahan. Sehingga perkembangan di lingkungan warga level terkecil dapat terawasi. “Gugus Tugas akan kami perkuat mulai kecamatan, kelurahan sampai ke tingkat RW. Sebab, yang lebih tahu warga di lingkungan itu tokoh setempat,” ujar Ivan.

Ivan mengaku sulit mendeteksi siapa saja yang berpotensi membawa virus tersebut. Apalagi, adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang justru berpotensi menularkan bagi lingkungan sekitarnya. “Ketahanan di masyarakat yang harus didorong, sehingga ketika ada tetangga baru pulang dari Jakarta atau Bandung misalnya bisa langsung diminta untuk karantina mandiri di rumah. Laporan ke petugas medis supaya terpantau,” lanjut dia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.