Nyeri Dada Indikator Penyakit Jantung

323
0
dr Festy Diansari SpPD

Nyeri dada secara mendadak perlu diwaspadai. Bisa jadi itu gejala sakit jantung. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Festy Diansari SpPD menjelaskan sakit dada biasa dengan gejala kelainan pada jantung berbeda.

Nyeri dada biasa disebabkan beberapa hal. Diantaranya gangguan otot dada, penyakit lambung, stres, gangguan atau infeksi selaput pembungkus jantung (perikarditis), radang otot jantung (miokarditis), peradangan lapisan pembungkus paru-paru (pleuritis), infeksi paru-paru, gangguan pada kandung empedu dan pankreas, herpes zooster.
“Adapun infeksi paru-paru bisa disebabkan karena bakteri atau virus, yang tentunya hal ini juga tidak bisa di biarkan dan harus ditangani agar tida menyebar kemana-mana atau makin parah,” ujarnya.
Sedangkan nyeri dada akibat kelainan pada jantung biasanya ditandai dengan rasa sakit mendadak. Dada terasa ditindih beban berat, terutama pada bagian tengah. Rasa sakit menjalar ke lengan bawah atau rahang, atau menembus ke punggung. Biasanya berlangsung antara 5-20 menit. Rasa nyeri ini juga bisa muncul bersamaan dengan aktivitas fisik. “Kondisi yang perlu diwaspadai jika nyeri dada muncul mendadak, keluar keringat dingin, lebih dari 20 menit perlu diwaspadai sebagai tanda serangan jantung,” terangnya.
Nyeri mendadak dapat disebabkan terjadinya penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah koroner jantung, sehingga aliran darah ke otot jantung berkurang. Serangan jantung juga bisa disebabkan faktor risiko. Diantaranya usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, faktor keturunan, hiperkolesterol, tekanan darah tinggi, kencing manis, kebiasaan merokok, alkohol dan lainnya.
“Kenapa kencing manis menjadi salah satu faktor resiko, adalah jika kadar gula darah yang terlalu tinggi membuat pembuluh darah rusak dan akan menyebabkan timbunan plak. Jika timbunan plak semakin banyak dan menyumbat pembuluh darah jantung, maka akan menghambat aliran darah ke jantung dan menyebabkan serangan jantung,” tuturnya.
Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Pencegahan dapat dilakukan dengan sering beraktivitas untuk memperbaiki tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol. Olahraga aerobik seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda dan berenang juga bisa dilakukan agar tubuh terhindari dari faktor risiko serangan jantung.
“Berhenti merokok, menghindari alkohol, menghindari stres yang berlebihan serta pola makan sehat juga harus dilakukan untuk menhindari penyakit tersebut,” ujarnya.
Sementara untuk peng­obatan penyakit jantung hanya bisa dilakukan dengan peme­riksaan medis spesialis jantung.
Untuk penyakit jantung koroner biasanya dilakukan pemasangan cincin di dalam pembuluh darah koroner demi mencegah ber­ulangnya penyem­pitan. Bahkan, untuk kasus tertentu bisa dilakukan operasi bypass jantung. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.