Obat AIDS dan PMS di Kemenkes RI Dikorupsi

38

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Dugaan tindak pidana korupsi pengadaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan atau penyediaan obat untuk penyakit AIDS dan PMS di Kementerian Kesehatan RI tahun anggaran 2016 dibongkar Kejaksaan Agung.

PT Kimia Farma Trading & Distribution meruapakan penyedia barang dalam pengadaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan atau penyediaan obat untuk penyakit AIDS dan PMS ini.

Status kasus dugaan korupsi ini ternyata telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan olwh tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung, namun belum pada tahap penetapan tersangka.

Penyidik masih terus mengumpilkan bukti-bukti dan meminta keterangan para saksi-saksi.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), M Adi Toegarisman membenarkan adanya penanganan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kementerian Kesehatan tersebut.

“nanti ya sedang proses, masih proses penyidikan,” katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/10).

Penanganan kasus dugaan korupsi di Kementerian yang dipimpinan Nila Moeloek itu terungkap dalam jadwal pemeriksaan saksi dan tersangka yang tertera dalam layar monitor di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.

Dalam jadwal panggilan saksi dan tersangka terdapat kolom yang menyatakan kasus dugaan korupsi di Kemenkes dalam tahap penyidikan.

“saya ini menampilkan ini jadwal pemeriksaan karena saya terbuka kepada kalain, tapi janga di eksploiter,” tutup Adi yang juga pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

DIRUT DIPANGGIL

Dalam jadwal pemeriksaan hari ini, Kamis  (18/10) , penyidik memanggil Direktur Utama PT Kimia Farma Trading & Distribution, Drs Yayan Heryana, Asisten Manager Prinsipal PT Kimia Farma Trading & Distribution,Rahmad Rialdi, Direktur Supply Chain PT Kimia Farma (persero), Djisman Siagian,

Lalu, Dirketur Pengembang PT Kimia Farma (persero), Pujianto, Marketing Manager Obat Generik & Produk Khusus PT Kimia Farma (persero) Dra Eva Fairus, Mantan Dirut PT Kimia Farma (persero) dan Direktur Utama PT Indofarma, Drs Rusdi.

Keenam orang itu dipanggil dan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Namun hingga saat ini belum ada informasi tindaklanjuti pemeriksaan saksi-saksi tersebut.

Diketahui, kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kementerian Kesehatan bukan kali ini terjadi,  aparat penegak bebrapa kali pernah membongkar kasus korupsi di Kemeneterian Kesehatan diantaranya kasus pengadaan alat kesehatan untuk pusat penanggulangan krisis di Kementerian Kesehatan tahun 2007,  korupsi pengadaan alat kesehatan untuk penanggulangan flu burung tahun 2006.

Lalu kasus korupsi dalam pengadaan peralatan dan bahan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) tahun anggaran 2015 di Satuan Kerja Direktorat Pengendalian Penyakit Menular pada Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dan banyak lagi kasus korupsi lainnya.

(Lan/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.