Obat Keras Sasar Remaja

267
0
OBAT KERAS. Petugas Sat Narkoba menunjukkan barang bukti pil hexymer yang diedarkan AES (19) ke kalangan remaja, Senin (15/7). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

BUNGURSARI – Peredaran obat keras jenis hexymer masih terus terjadi di Kota Tasikmalaya. Sasarannya mayoritas kalangan remaja termasuk para pelajar.

Dalam beberapa hari terakhir Satuan narkoba Polres Tasikmalaya mengamankan dua orang pelaku pelanggaran ketersediaan farmasi. Mereka mengedarkan obat jenis heximer di kalangan remaja.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Hamzah Badaru mengatakan, pelaku pertama yakni AES (19), warga Kecamatan Cipedes. Hal itu berawal saat polisi mendapat laporan terkait peredaran hexymer Jumat (12/7) siang. Setelah diselidiki, petunjuk mengarah kepada seseorang bernama AES. “Kita berhasil amankan dia Sabtu malam di jalan lengkong (Kecamatan Tawang),” tuturnya kepada Radar, Senin (15/7).

Dari AES, polisi mengamankan 331 butir pil yang diduga hexymer. Selain itu, didapati juga uang sebesar Rp 507.000 hasil penjualan pil kuning berlogo MF itu. “Kita dapatkan barang bukti hasil penggeledahan, obat itu dia simpan di tas selendangnya,” ujarnya.

Pengungkapan kedua yakni masih di Sabtu malam sekitar pukul 22.30 saat melaksanakan operasi di Jalan HZ Mustofa. Dari salah satu pengendara motor bernama JT (36), petugas mendapati 172 butir pil putih berlogo Y yang diduga merupakan jenis obat keras.

AKP Hamzah menyebutkan, kedua tersangka dijerat 196 jo 197 UU RI Nomor 36 tahun 2019 tentang Kesehatan. Pasalnya, kedua pelaku tidak memiliki izin untuk mengedarkan obat tersebut. “Karena untuk mengedarkan obat apalagi dengan dosis keras harus memiliki izin,” tuturnya.

Kedua tersangka mengakui obat tersebut bukan sekadar dikonsumsi sendiri. Mereka pun menjualnya kepada orang lain khususnya kalangan remaja. “Kami menduga, kalangan pelajar pun jadi sasaran karena obat jenis hexymer ini tergolong murah,” tuturnya.

Hal ini perlu menjadi perhatian bagi para orang tua yang memiliki anak usia remaja. Jangan sampai mereka menjadi korban dari peredaran obat yang berakibat buruk terhadap masa depannya. “Jangan sampai orang tua kecolongan sehingga anaknya ketergantungan terhadap obat-obatan tersebut,” tuturnya.

Obat keras jenis hexymer memberikan efek tenang. Jika dikonsumsi tanpa resep dokter maka akan berakibat gangguan saraf. “Obat penenang ini kan untuk orang stres, bukan untuk main-main,” ujar dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.