Objek Wisata di Garut Mulai Dibuka

24
0
H Rudy Gunawan
Loading...

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari. PPKM tahap dua dilaksanakan, karena jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut tidak menunjukkan angka penurunan.

“Penurunan atau peningkatan kasus Covid-19 tak selalu berbanding lurus dengan penerapan PPKM. Tetapi setidaknya dengan penerapan PPKM untuk menumbuhkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Senin (25/1).

Rudy menerangkan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PPKM, pihaknya melihat adanya perubahan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan di wilayah Perkotaan Garut. Meski belum 100 persen masyarakat mematuhi peraturan PPKM, tetapi ada perubahan terlihat di lingkungan masyarakat.

Baca juga : Bahayakah Pengguna Jalan, Pohon Tua Pinggir Jalan Garut Dibabat

“Hasilnya (PPKM) cukup baik, meski belum maksimal, belum efektif 100 persen. Namun sudah ada usaha masyarakat untuk menghindari kerumunan, menerapkan prokes,” kata dia.

loading...

Dalam PPKM tahap dua, ia menjelaskan terdapat sejumlah pelonggaran aturan. Ia mencontohkan selama PPKM kedua, tempat wisata boleh beroperasi. Namun, pengelola harus membatasi jumlah pengunjung.

“Sekarang tempat wisata boleh buka, tetapi maksimal pengunjung 25 persen,” terangnya.

Rudy juga mengizinkan wisatawan datang ke Kabupaten Garut. Tak ada kewajiban wisatawan untuk menunjukkan hasil negatif Covid-19. Namun, pihaknya akan menyediakan sejumlah pos pemeriksaan untuk melakukan rapid test antigen kepada wisatawan.

Selain itu, lanjut dia, waktu operasional toko modern dan swalayan diperpanjang 1 jam. “Toko modern tadinya hanya boleh sampai jam tujuh malam, sekarang sampai jam delapan malam,” terangnya.

Dihubungi Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Budi Gan Gan membenarkan dibukanya kembali membuka tempat wisata untuk umum meski masih diterapkan PPKM dengan syarat wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) yaitu tidak menimbulkan kerumunan orang. “Iya dibuka tapi ada pembatasan jumlah pengunjung,” katanya.

Budi Gan Gan menyampaikan seluruh tempat wisata yang kembali dibuka akan mendapatkan pengawasan khusus untuk memastikan telah menerapkan protokol kesehatan.

Terkait sanksi bagi tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan, kata dia, masih menunggu sesuai surat edaran dari bupati Garut. “Saya nunggu surat edaran bupati, belum turun,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.