ODF Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat

38
0
SELFIE AREA. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman bersama Kepala Dinkes dr H Cecep Z Kholis MKes berpose di selfie area dalam momen Launching Jawara ODF 2019 di Hotel Horison, Senin (25/3). (Firgiawan / radartasikmalaya.com)
Loading...

KEGIATAN Jawara ODF 2019 Menuju Sanitasi Aman (Saniman) yang diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya bersama SNV akan diikuti oleh 10 kelurahan dari 10 kecamatan. Setiap kecamatan harus menunjuk satu kelurahan untuk menjadi peserta Jawara ODF.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Z Kholis MKes menerangkan, dari 69 kelurahan baru tiga kelurahan yang sudah dideklarasikan sebagai Kelurahan ODF.

Ketiga kelurahan itu yakni Gunungtandala (2017), Gununggede (2018) dan Sukajaya (2018). Dengan begitu, masih ada 66 kelurahan yang terindikasi belum terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) secara total atau belum Open Defecation Free (ODF).

“Itu merupakan pekerjaan rumah kami bersama instansi terkait lainnya. Termasuk juga seluruh masyarakat. Maka kami mendorong peran camat, lurah, pihak swasta supaya bisa mewujudkan akses sanitasi layak dan aman di 2022,” ucapnya di sela Launching Jawara ODF 2019 di Hotel Horison, Senin (25/3).

Dinkes sudah melaksanakan Kampung ODF pada 2018. Pada kegiatan tersebut objek yang dinilai hanya tingkat kampung. Nah, untuk Jawara ODF tahun ini yang dinilai adalah kelurahannya. Artinya akan ada beberapa kampung yang dinilai di satu kelurahan.

Loading...

“Secara lokus otomatis lebih luas. Semoga saja kegiatan ini dapat berjalan sukses dan secepatnya menyelesaikan persoalan sanitasi buruk di Kota Tasikmalaya,” tuturnya.

Menurutnya, akses sanitasi yang baik merupakan persoalan dan tanggung jawab semua pihak. Maka, melalui kegiatan Jawara ODF 2019 diharapkan masyarakat semakin peduli akan lingkungan dan memiliki kemauan untuk mengubah perilaku secara mandiri tanpa tergantung terhadap pemerintah.

“Sasaran kegiatan ini, seluruh masyarakat dan pihak terkait dalam mencapai Kota ODF. Nantinya para peserta akan dilakukan peningkatan kapasitas, pendampingan sampai penilaian yang puncaknya dilaksanakan pada November mendatang. Berbarengan dengan peringatan hari kesehatan nasional,” tutur Cecep.

Dalam kegiatan itu, Dinkes melibatkan institusi pendidikan seperti Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya. Ada juga dari organisasi seperti Forum Kota Sehat, SNV dan lainnya.

Keterlibatan berbagai pihak itu diharapkan memperkaya ide baru dalam mendorong perilaku hidup bersih, sehat dan aman.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada good will dari Pak Wali Kota dalam mendorong target bersama 2022 ODF. Silakan setiap kelurahan dan masyarakatnya berlomba-lomba menjadi kelurahan ODF, siapa yang paling duluan mencapai sanitasi yang sehat,” ucapnya.

Governance Advisor for Urban Sanitation/City Coordinator SNV Indonesia wilayah Tasikmalaya R Ika Praesty menjelaskan, mewujudkan sanitasi yang aman sangat penting.

Apalagi berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) 2017, secara nasional ada 50 bayi dari 1.000 bayi yang meninggal akibat kasus diare. Selain itu, potensi kerugian dari sanitasi yang buruk mencapai Rp 56 triliun per tahun.

“Kemudian masyarakat membayar 25 persen lebih mahal untuk biaya air perpipaan. Maka dari itu, pentingnya memiliki akses sanitasi yang aman dari hulu hingga ke hilirnya,” kata Ika. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.