Beranda Kota Tasik ODGJ Punya Hak, Begini Penanganannya

ODGJ Punya Hak, Begini Penanganannya

183
BERBAGI

KOTA TASIK – Kehadiran Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kerapkali dianggap meresahkan warga.
Sehingga, tak jarang membuat pihak keluarga terpaksa memasung kerabatnya, yang dianggap mengalami gangguan jiwa untuk tidak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Di Kota Tasikmalaya sendiri, berdasarkan data penanganan pemasungan ODGJ yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, sejauh ini ada 21 orang ODGJ yang mendapatkan penanganan dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.
Sebanyak 11 di antaranya sudah dirujuk ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan RSJ.
Bagian Pengelolaan Program PTM (Penyakit Tidak Menular) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Indra Lubis Malik S KM menjelaskan, kategori pemasungan ODGJ itu tidak hanya ditahan dengan cara dirantai.
“ODGJ yang di dalam ruangan dan dibatasi ruang geraknya juga termasuk dalam pemasungan. Dan itu adalah melanggar HAM,” ujarnya
Meski demikian, kata Indra, pihaknya tak menyalahkan keluarga yang memasung ODGJ. Pasalnya, hal tersebut dilakukan pihak keluarga juga agar penderita tidak mengganggu orang-orang di lingkungan sekitarnya.
Namun, lanjut Indra, masyarakat harus memahami bahwa ODGJ juga memiliki hak asasi yang harus dihargai, dengan cara mendapatkan penanganan medis yang layak.
Mengenai penanganan ODGJ, pihaknya juga kerap berhadapan dengan kendala teknis. Yakni ODGJ yang belum memiliki kartu JKN KIS dari BPJS Kesehatan.
Padahal, kata dia, hal tersebut menjadi syarat utama agar ODGJ bisa segera mendapatkan penanganan medis secara gratis.
“Nantinya, ODGJ yang sesuai dengan persyaratan akan dirujuk ke RS Marzuki Mahdi di Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Baik melalui obat-obatan maupun terapi sosial selama 30 hari secara gratis. Dan kami targetkan tahun 2018 ini Tasik bebas pasung ODGJ,” jelasnya saat ditemui radartasikmalaya.com di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Rabu (28/3).
Dokter fungsional Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Budi Nugraha MMKes menambahkan, penanganan terkait ODGJ perlu mendapatkan penanganan yang komprehensif dari semua pihak.
“Tak hanya pemerintah, juga lingkungan di sekitarnya terutama keluargan. Kalau satu sektor saja tidak akan berhasil penanganannya,” ujar Budi.
Mengenai penanganan ODGJ, Budi menghimbau kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa untuk segera melaporkan ke puskesmas terdekat. Agar segera mendapatkan pelayanan medis.
“Saat ini keberadaan obat-obatan sudah memadai dan sudah di distribusikan ke puskesmas-puskemasdaerah, termasuk untuk ODGJ,” ujarnya. (sal)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.