ODP Meningkat, Pemkab Tasik Siapkan Rp100 M untuk Tangani Covid-19

1020
2

SINGAPARNA – Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya mencatat empat warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) corona dinyatakan sembuh dari jumlah total sembilan orang. Sedangkan lima PDP lainnya masih dalam pengawasan di ruang isolasi RSUD SMC, Selasa (31/3).

Sedangkan untuk warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) corona meningkat hingga 454 orang. Data tersebut tercatat sampai Selasa (31/3) pukul 17.00.

Baca juga : Warga Ciawi Tasik Melahirkan dalam Mobil Polisi di Pinggir Jalan

“Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak sembilan orang yang terdiri dari lima orang dalam proses pengawasan dan empat selesai pengawasan (sembuh). Sedangkan untuk yang positif Covid-19 terkonfirmasi 0 (tidak ada),” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes kepada wartawan, kemarin.

Menurut Heru, jumlah ODP memang mengalami peningkatan akibat banyak warga baru datang dari zona merah yang terpapar virus corona. Sedangkan yang meninggal dunia di rumah sakit swasta di Kota Tasikmalaya, Senin (30/3), masuk ke data pasien dalam pengawasan (PDP), tapi hasil rapid test tidak positif Covid-19.

Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP mengatakan, saat ini fokusnya adalah pengendalian, pengawasan dan karantina di wilayah kabupaten. “Pemerintah daerah akan menempatkan petugas medis, TNI/Polri, dibantu Satpol PP dan Dishub di perbatasan untuk pengawasan terhadap kendaraan umum dan penumpang yang masuk ke kabupaten,” ujarnya.

Kata Ade, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, selain mengendalikan dan melakukan pencegahan. Akan berupaya maksimal memulihkan menurunnya perekonomian akibat dampak Covid-19, dengan cadangan dana atau anggaran yang ada.

Baca juga : Kawasan HZ Mustofa Kota Tasik Ditutup Secara Berkala, Atasi Penyebaran Corona

“Untuk anggaran sementara tidak menganggarkan, akan tetapi seluruh anggaran disiapkan, kita siapkan cadangan dana apabila diperlukan. Baik dari DAK, Banprov Jabar termasuk APBD, kita mencoba blocking anggaran yang tidak langsung diperlukan oleh masyarakat, untuk dialihkan penanganan Covid-19.  Mudah-mudahan Rp 100 miliar bisa diupayakan sebagai cadangan dana,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. Pengawasan terhadap warga yg mudik duluan, kelihatan nya masih lemah,apalagi di perkampungan tidak ada yg namanya isolasi dulu…
    Yg ada langsung za main sana sini…
    Saya kira pemerintah harus lebih ketat memantau warga yg mudik duluan

  2. Pemkabnya tdk agresif untuk melakukan test thd warga yg ODP. selama tdk melakukan test maka ketidakmenentuan status kn tetap ada. Sampai sekarang tdk ada yg positif? Ya pasti atuh tdk pernah ada pemeriksaan sesui protokol sehingga tdk akan pernah ditemukan. Ini fenomena gunung es semakin dibiarkan seperti ini maka berpotensi menjadi “bencana” di kemudian hari..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.