OJK Ajak Warga Waspada Investasi Bodong

23
SEMINAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya adakan Seminar Investasi Bodong di Gor KPRI Muslimat Dusun Ciilat Desa/Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. ISTIMEWA

CIAMIS – Guna mewaspadai sekaligus antisifasi maraknya penipuan dengan modus investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menggelar Seminar Investasi Bodong, Rabu (28/11/18), di Gor KPRI Muslimat Dusun Ciilat Desa/Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis.

Kegiatan dengan tema “Strategi Menangkal Penipuan Investasi dan Trik Cerdas Berinvestasi”  ini dihadiri puluhan peserta masyarakat dari Desa Sukadana Kabupaten Ciamis.

Kasubag Pengawasan Pasar Modal dan INKB Kantor OJK Tasikmalaa, Ngapon menuturkan, pihaknya menggelar seminar bertujuan memberikan himbauan kepada masyarakat agar mewaspadai ivestasi bodong yang makin marak.

“Selain itu, kami sosialisasikan bagaimana cara berinvestasi keuangan yang legal dan logis,” jelas Ngapon saat dihubungi Radar.

Pihaknya, kata dia, menjelaskan kepada peserta seminar, bahwa OJK adalah lembaga independen yang mempunyai fungsi, tugas dan wewenang sebagai pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana diatur dalam per undang-undangan yang berlaku.

Bahkan, mendorong kegiatan sektor keuangan agar terselenggara secara teratur, adil, transparan dan akuntabel. Hingga mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

“Fugsi yang kami lakukan dari OJK adalah menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan,” ucapnya.

Ngapon memberitahukan, apa yang perlu diwaspadai dalam mengelola keuangan atau berinvestasi.

Pertama, penawaran investasi yang ilegal atau bodong. Kedu penyimpanan dana pada tempat atau lembaga yang salah.

Masyarakat juga perlu tahu mengenai investasi illegal adalah, kegiatan investasi yang tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah.

Mengenai penyebab utama saat ini seringkali tergoda dengan investasi, seperti masyarakat mudah tergiur dengan bunga yang tinggi. Sedangkan masyarakat belum paham investasi.

Para pelaku, lanjut dia, biasa menggunakan tokoh agama atau tokoh masyarakat dan selebriti agar bisa mengajak masyarakat.

“Akibatnya, terjadi dampak yang ditimbulkanya, pertama ketidakpercayaan dan image negatif terhadap produk keuangan. Kedua, menimbulkan potensi instabilitas (korban yang cukup besar). Ketiganya, mengganggu proses pembangunan,” ujarnya.

Ngapon menjelaskan, sudah banyak contoh kasus yang merugikan masyarakat, seperti modus operandi travel umrah.

Pertama, mereka memberikan paket program promo dibawah harga pasar. Fasilitas menggiurkan dengan harga murah, jadwal keberangkatan yang tidak jelas, menggunakan skema ponzi (member get member) dengan iming-iming bonus.

Kemudahan pembayaran dengan cara mencicil, hingga menggunakan dana talangan. Bahkan, rata-rata penawaran biaya travel umrah Rp 14 juta sampai Rp 18 juta , sementara acuan Kemenag Rp 21 juta.

“Saya sarankan jangan tergiur karena harga murah. Tapi cari yang benar-benar legal aja sesuai aturan pemerintah,” imbaunya.

Ngapon menambahkan, agar terhindar dari investasi bodong maka pihaknya memberikan tips untuk menghindari investasi ilegal.

Pertama, jangan cepat tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar. Kedua, contoh janji bahwa investasi tidak akan merugi, dan keuntungan lebih dari bunga Bank.

Pastikan bahwa orang/perusahaan yang menawarkan investasi memperoleh izin dari lembaga berwenang seperti OJK, BI, Bappeti, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

SIUP bukan izin untuk melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dan pengelolaan investasi .

“Alangkah baiknya, jika anda mengetahui ada tawaran penghimpunan dana dan pengelolaan investasi ilegal atau bodong, segera lapor pada polisi atau Satgas Waspada Investasi,” pintanya.

Hadir sebagai narasumber anggota DPR-RI Komisi XI dari partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin SH LL M.

Didi menuturkan bahwa investasi bodong itu adalah penipuan, dengan berbagai trik dan tipu daya.

“Sebagai narasumber, saya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak tergiur investasi bodong bodong, yang biasanya memberikan bunga tinggi. KAlau mau berinvestasi cari yang benar-benar lembaga sah dan aturanya jelas sesuai undang-undang yang berlaku, ” pungkasnya. (isr)

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.