OJK Dorong Inklusi Sektor Pasar Modal

11

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memprioritaskan berbagai kebijakan yang bisa mempercepat pertumbuhan dan peningkatan peran industri pasar modal dalam perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK Luthfy Zain Fuady saat konferensi pers di kantor OJK Tasikmalaya Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya Rabu (17/10).

“OJK terus merumuskan dan melaksanakan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita menjadikan pasar modal Indonesia yang kuat dan berperan signifikan dalam mendukung pembiayaan pembangunan, menjaga stabilitas sistem keuangan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Lutfhy.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) pada 17 hingga 18 Oktober 2018 di SMA Negeri 1 Tasikmalaya, SMA Negeri 5 Tasikmalaya dan Universitas Siliwangi. “Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah mengenai cara berinvestasi yang cerdas dan aman,” ujarnya. SEPMT ini pun merupakan bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk menjadi investor di pasar modal.

Luthfy mengatakan, literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia memang belum merata, namun traffic-nya selalu naik setiap tahun.

Tahun 2016 indeks literasi pasar modal nasional sebesar 4,4 persen, meningkat dari sebelumnya di tahun 2013 yakitu 3,79 persen. “Indeks inklusi pasar modal juga mengalami peningkatan dari 0,11 persen di tahun 2013 ,menjadi 1,25 persen di 2016,” ujarnya.

Ia memaparkan, jumlah investor pasar modal pada sektor saham di Jawa Barat per September 2018 berjumlah 124.610 investor. Untuk di Tasikmalaya, ada sebanyak 2.147 investor saham dengan total transaksi mencapai Rp 593,14 miliar, 650 investor reksa dana dengan nilai transaksi penjualan dari APERD sebesar Rp 14,82 miliar, nilai outstanding sebesar Rp 34,49 miliar atau USD1.031.

“Masih belum optimalnya literasi dan inklusi pasar modal ini salah satunya dipicu karena perusahaan efek atau sekuritas ini belum banyak,” katanya. Untuk di Tasikmalaya, baru terdapat 4 kantor cabang perusahaan efek atau sekuritas yaitu PT Reliance Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Dhanawibawa Sekuritas dan PT Mega Capital Sekuritas.

Di samping itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan perusahaan efek kantor perwakilan Tasikmalaya membuka Galeri Investasi (GI)yaitu di Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya dan Universitas Galuh Ciamis. “Diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat,” ujarnya. (na)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.