Bagi Korban Bencana Sulteng

OJK Keluarkan Kebijakan Pembiayaan

14

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisiatif membantu pemulihan kondisi perekonomian pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah (Sulteng). OJK menetapkan kebijakan pemberian perlakuan khusus terhadap kredit dan pembiayaan syariah perbankan bagi debitur atau proyek yang terdampak bencana.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, perlakuan khusus yang diberikan berupa penilaian kualitas kredit atau pembiayaan syariah, restrukturasi, dan pemberian kredit atau pembiayaan syariah baru bagi debitur korban bencana di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi.

“Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada Selasa (9/10) kemarin di Bali yang bertujuan untuk membantu pemulihan usaha debitur dan perbankan,” ujar Anto kepada awak media, Rabu (10/10).

Anto menjelaskan, berdasarkan data sementara yang diterima OJK, terdapat 13.233 debitur di enam cabang bank umum konvensional yang terdampak bencana alam dengan total baki debet kredit sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara, pihaknya masih menjaring data dari Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan perusahaan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) setempat.

“Perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan syariah Bank mengacu pada POJK 45/POJK.03/2017 tentang Perlakukan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam dalam Keputusan Dewan Komisioner dan akan berlaku selama tiga tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan,” imbunya.

Anto mengatakan, OJK mendorong perusahaan pembiayaan untuk memberikan relaksasi mengenai kewajiban pembayaran kredit bagi debitur terdampak bencana. Salah satunya, dengan menjadwalkan ulang pembayaran angsuran kredit dan penyesuaian biaya administratif. (riz/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.