Oknum Kader Partai Demokrat Pangandaran Belot Dukung AMAN

120
0
KONFERENSI PERS. Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran saat konferensi pers terkait dukungan Forum PAC Partai Demokrat ke AMAN, kemarin. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Beberapa kader DPC Partai Demokrat menyatakan sikap mendukung AMAN (Adang-Supratman) di Pilkada 2020 Kabupaten Pangandaran. Dukungan secara tertulis tersebut diberikan kepada Calon Bupati Pangandaran Adang Hadari, belum lama ini.

Padahal DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran mendukung penuh pasangan Jeje dan Ujang Endin (JUARA). Tentu hal ini menimbulkan sedikit kekisruhan.

Liason Officer (LO) DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran Hana atau akrab disapa Teh Nining ini mengatakan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya mendukung AMAN. “Kami akan tetap di AMAN,” katanya.

Ia pun mengatakan bahwa semua stempel yang ada dalam surat dukungan kepada AMAN asli. “Stempel DPC ada, stempel PAC ada di saya sejak 2015,” ungkapnya.

Kata dia, mereka yang melakukan tanda tangan dan menyatakan dukungan kepada AMAN ada yang menjabat ketua PAC dan juga kepengurusan DPC. “Semua PAC siap menerima risiko yang diberikan kalau dianggap melanggar partai, kami tetap akan mendukung AMAN,” ungkapnya.

Baca juga : Antisipasi Muncul Klaster Baru, 200 Personil Gabungan Jaga Debat Kandidat Calon Bupati Pangandaran

Sementara itu DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran melakukan konferensi pers terkait munculnya dukungan kepada kubu AMAN, dari beberapa orang yang mengaku dari Forum PAC Partai Demokrat.

Loading...

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran Yosa Octora Santono menegaskan, dalam surat dukungan yang beredar tersebut mencantumkan nama Forum PAC Partai Demkorat, dalam struktur kepengurusan atau AD/ART Partai Demokrat jelas tidak ada.

“Jelas bahwa istilah Forum PAC Partai Demokrat ini tidak dikenal,” ungkapnya kepada wartawan saat konferensi Pers di Wisma Ahlen Rabu (18/11).

Yosa mengatakan adanya dugaan pemalsuan yang dilakukan oleh oknum kader yang digunakan sebagai media dalam memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pangandaran secara ilegal.

“Dari hasil investigasi, ada dua temuan dugaan pemalsuan yang dilakukan oleh oknum kader yaitu pemalsuan stempel partai dan pemalsuan tanda tangan,” ungkapnya.

Selain itu, di Partai Demokrat tidak memakai istilah PAC, melainkan DPAC sebagai perwakilan tingkat kecamatan.

“DPD Partai Demokrat Jawa Barat sudah mengeluarkan rekomendasi, termasuk soal DPAC ini, kemudian oknum yang menandatangani dan menstempel dokumen pernyataan dukungan kepada Paslon nomor urut 2 yaitu Aman, adalah ilegal.

Karena pemalsuan dokumen dan tidak memiliki SK pengurus, yang belum diterbitkan dari DPD Demokrat Jawa Barat. Karena masih dalam proses pembentukan kepengurusan yang baru, periode 2020-2025,” katanya.

Kata dia, soal dukungan ke Juara sudah mutlak, karena SK dukungannya pun sudah keluar pada 26 Juli 2020.

“SK dari DPP ini bernomor 233/SK/DPP.PD/VIII/2020, bahwa dukungan jatuh kepada H Jeje Wiradinata dan Ujang Endin Indrawan dan SK dukungan itu telah diserahkan kepada paslon nomor urut 1 oleh Sekjen DPC Partai Demokrat Pangandran Sutan Abdul Rosid,” ungkapnya.

Yosa mengingatkan bahwa para oknum atau kader Partai Demokrat yang terbukti melanggar akan diberi sanksi pemecatan. “Akan diproses secara aturan partai dan pelaporan kepada pihak Bawaslu dan Kepolisian,” katanya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.