Oknum PNS Garut Diringkus Saber Pungli Polda Jabar, Ini Kasusnya..

148
0
Loading...

KARANGPAWITAN – Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut ditangkap Tim Saber Pungli Polda Jawa Barat dan Satreskrim Polres Garut, Rabu malam (26/11).

Pelaku berinisial DI diamankan di sebuah tempat di Kabupaten Garut. Selain mengamankan oknum PNS, petugas juga menyita uang tunai yang diduga hasil kejahatan pelaku.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat mengatakan oknum PNS tersebut terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli terkait penipuan dana hibah.

Menurut Muslih, pelaku mengiming-imingi korbannya bisa memberikan bantuan dana hibah untuk kelompok tani. Jika ingin bantuan cair, korbannya harus memberikan uang pelicin.

“Korbannya harus kasih uang dulu ke pelaku. Uang itu dipakai untuk biaya pengurusan,” ujar Muslih kepada wartawan, Kamis (27/11).

Loading...

Saat ini, kata dia, oknum PNS berinisial DI tengah diperiksa penyidik Polres Garut. “Masih diperiksa untuk dimintai keterangannya oleh penyidik,” ujarnya.

Baca juga : Disperindag Garut Kembangkan IKM saat Pandemi

Polisi masih menyelidiki dugaan pungli tersebut. Termasuk jumlah korban yang diduga lebih dari satu orang. “Uang sudah masuk ke pelaku, tapi dana hibah tidak pernah turun ke korban,” ucapnya.

Dibuhungi terpisah, Plt Kepala Bapenda Garut Yusef Sulaeman membenarkan DI adalah staf di kantornya. Pria tersebut merupakan staf pelaksana dan tidak mempunyai jabatan.

“Saya merasa syok adanya staf saya yang tertangkap dengan inisil DI. Perbuatan tersebut tak ada hubungannya dengan tupoksi dia di Bapenda,” ujarnya.

Pungli yang dilakukan DI, lanjut Yusef, melakukan perbuatannya atas inisiatif sendiri. Aksi yang dilakukan DI tak melibatkan staf maupun rekan-rekannya di Bapenda.

Saat ini, DI sedang menjalani hukuman disiplin pegawai karena beberapa pelanggaran. Salah satunya karena DI kerap tak masuk kerja.

“Yang bersangkutan saat ini sedang dalam hukuman disiplin pegawai karena beberapa pelanggaran disiplin pegawai. Di antaranya tidak masuk kantor,” ucapnya.

Kasus OTT yang dialami DI, telah dilaporkan ke bupati, wakil bupati, dan sekda. Yusef mengaku tak mengetahui pasti duduk perkara kasus yang dialami oleh DI.

“Dia hanya staf pelaksana. Hukuman disiplin sudah diproses BKD. Saya laporkan tadi malam staf kami ditangkap OTT saber pungli. Dia statusnya ASN,” katanya.

Yusef juga tak mengetahui secara langsung aktivitas DI. Pasalnya DI tak langsung berada di bawahnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.