Sudah Setor 75 Juta, Tapi Belum Diangkat

Oknum PNS Tipu Pendaftar CPNS

183
0

TASIK – Masyarakat yang berminat mengikuti rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus ekstra hati-hati. Jangan sampai mengalami kerugian karena iming-iming oknum yang akhirnya menjadi korban penipuan.

Sebab banyak terjadi penipuan dari orang yang tidak bertanggung jawab, khususnya menjelang pendaftaran CPNS. Fenomena ini beberapa kali terjadi dalam proses perekrutan CPNS termasuk di Kota Tasikmalaya.

Seperti yang menimpa salah satu keluarga di Sambong Pari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, dimana salah seorang warga berinisial N (60) menjadi korban ketika mendaftarkan anaknya dalam tes CPNS tahun 2014. Pelakunya merupakan salah satu oknum PNS di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berinisial Y.Modusnya, terdakwa menawarkan bantuan untuk bisa memastikan anak N diterima sebagai PNS. Dalam kasus ini, Y meminta sejumlah uang kepada N secara berkala. Totalnya mencapai Rp 75 juta.

Namun, hal itu tampaknya hanya tipu daya belaka. Anak N tak kunjung ditetapkan sebagai PNS. Merasa jadi korban penipuan, N melaporkan kasus tersebut ke Polsek Mangkubumi pada November 2018.

Kapolsek Mangkubumi Ipda Agus Fredi mengakui tengah menangani kasus tersebut. Pelaku, kata dia, sudah diproses secara hukum dan saat ini kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya. “Sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (27/7).

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut, Achmad Aries Syaifudin SH mengatakan Y dijerat dengan pasal 372 tentang penggelapan jo 378 tentang penipuan. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam hal ini Y menawarkan bantuan kepada korban. “Bukan korban yang minta, tapi terdakwa menawarkan diri,” kata dia memaparkan.

Disinggung soal jadwal sidang, Aries belum bisa memastikan. Tetapi pihaknya berencana melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tasikmalaya dalam waktu dekat ini, dengan prediksi Minggu depan sidang bisa dilaksanakan. “Mungkin Selasa nanti kita limpahkan,” ungkapnya.

Sebelumnya di tahun 2017, kasus penipuan CPNS juga pernah terjadi di Kota Tasikmalaya. Yang tersangkanya pun merupakan oknum PNS di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Saat itu, kerugian korban penipuan mencapai ratusan juta. Dengan modus bisa meloloskan pendaftaran CPNS menjadi PNS.

Diberitakan sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan berupaya maksimal dalam proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini sesuai arahan Menteri PAN-RB.

“Ya, yang sudah disampaikan pak Menteri (Syafruddin) itu akan dijadikan acuan. Harus Oktober (untuk pendaftaran CPNS 2019, Red), kita akan jadikan itu sebagai acuan,” ungkap Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan kemarin (17/7).

Ridwan menceritakan Kementerian PAN-RB saat ini masih terus menganalisis total kebutuhan pegawai baru di seluruh instansi, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Sementara itu, Kepala BKN disebutnya turut memberikan usulan pertimbangan teknis terkait jumlah formasi.

Seluruh proses tersebut, kata dia, menjadi terganggu akibat sejumlah instansi khususnya pemerintah daerah masih belum mengajukan informasi seputar kebutuhan pegawai.

“Sampai minggu kedua bulan Juni, 30 persen instansi belum menyampaikan usulan formasi karena kekurangan pegawai. Batas akhirnya kemudian dimundurkan jadi 12 Juli, tapi sampai sekarang kami belum tahu detail informasi lebih lanjutnya,” tutur dia.(rga/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.