Oktober 2020, Satnarkoba Polresta Tasik Ungkap 9 Kasus, Ini BB & Tersangkanya..

172
0
radartasikmalaya.com
Sembilan tersangka kasus narkoba selama Oktober yang diciduk Satnarkoba Polresta Tasik hendak masuk penjara, Selasa (03/11) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya, membuat Satnarkoba bekerja ekstra keras melakukan pemberantasan.

Hasilnya, hanya dalam 1 bulan Oktober 2020, Satnarkoba Polresta Tasik berhasil mengungkap 9 kasus. Dengan tersangka 8 pengedar dan 1 pengguna narkoba.

Dari total 9 tersangka yang diamankan itu barang bukti paling banyak obat terlarang 16.358 butir, 47,7 gram sabu, 9 gram ganja dan 25 gram tembakau sintetis.

“Kita berhasil menyelematkan ribuan orang dari narkoba selama Oktober,” ujar Kapolresta Tasik, AKBP Doni Hermawan kepada radartasikmalaya.com, Selasa (03/11) siang.

“Dari 9 tersangka yang diamankan Satnarkoba, 3 orang diantaranya adalah residivis dan sisanya pengedar baru,” sambungnya.

Terang Doni, modus para tersangka selama ini mendapatkan kiriman dari sistem online dan menjual kepada para pembelinya dengan sistem tempel.

Pengedar janjian tempat dengan calon pembeli dan mengambil barang haram tersebut di lokasi yang telah disepakati.

“Kalau pembayarannya dilakukan oleh calon pembeli dengan cara ditransfer ke pengedar,” terang Doni.

Sasaran peredaran narkoba di wilayah Tasik selama ini, beber dia, adalah generasi muda terutama pemakai obat terlarang.

Apalagi harga obat terlarang yang dijual oleh pengedar itu dinilai murah. Yakni Rp10.000 dapat 3 butir.

Obat terlarang jenis Hexymer, Tramadol dan Triheks selama ini diketahui sebagai obat penenang yang disalahgunakan oleh para generasi muda.

Mereka biasanya menjadi brutal dan tak lepas dari aksi kekerasan yang terjadi di jalanan selama ini.

“Obat terlarang ini obat penenang yang bisa memicu adrenalin dan biasanya menyebabkan aksi kejahatan dan kekerasan,” bebernya.

Kasus para tersangka ini terus dikembangkan karena pengirimnya masih dilakukan pengejaran.

Obat terlarang dan sabu yang beredar di Tasik selama ini sebagian berasal dari pengedar besar asal Jakarta.

Kini para tersangka telah mendekam di sel tahanan Polresta Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka diancam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman oenjara minimal 6 tahun maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.