Omnibus Law Perpajakan Gerus Keuangan Negara

23
0

JAKARTA – Pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tax Center menilai omnibus law perpajakan yang saat ini tengah dibahas pemerintah berpotensi menurunkan pendapatan pajak, karena banyaknya insentif yang diberikan.

Ketua Hipmi Tax Center Ajib Hamdani meminta pemerintah tidak perlu mengobral insentif pajak. Hal itu bisa memperlebar shortfall penerimaan pajak.

“Kalau terjadi shortfall, berbahaya untuk keuangan negara. Maka, harus ada jalan tengah yaitu ekstensifikasi pajak,” ujarnya di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (4/12).

Menurutnya, dengan melakukan ekstensifikasi pajak, pemerintah bisa mengamankan uang negara, dan menciptakan keadilan untuk perlakuan ekonomi dalam level yang sama.

Pakar Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam mengatakan, omnibus law yang akan diterbitkan pada tahun depan harus saling menguntungkan baik pemerintah dan wajib pajak.

Selain itu, kata dia, untuk mempercepat ekonomi bisa melalui relaksasi. Dia mencontohkan, relaksasi pemberian insentif tertentu seharusnya bisa dipertukarkan, misalnya wajib pajak yang mendapatkan relaksasi harus memberikan data.

“Jadi, wajib dapat pajak insentif, dan otoritas pajak dapat data. Dipertukarkan, jadi seimbang, sepanjang pihak-pihak yang diberikan relaksasi itu bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian,” ujar dia.

Saran dia, penyusunan perpajakan harus detail agar tetap terwujud mendorong pertumbuhan ekonomi, dan juga melindungi pendapatan negara.

Direktur Riset Center of Reforms on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, pemerintah jangan mengobral insentif pajak demi mendorong investasi. Sebab penghambat investasi bukan hanya pajak, namun banyak faktor seperti perizinan dan ketenagakerjaan.

“Jadi, insentif pajak seharusnya tidak hanya untuk pengusaha, melainkan juga untuk mendorong konsumsi rumah tangga. Ini nampaknya belum dipersiapkan pemerintah,” tukas Piter. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.