Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Omzet Batik di Kota Tasik Anjlok

466
1

BatikCIPEDES – Pemerintah Kota Tasikmalaya didorong segera merealisasikan Peraturan Wali Kota Tasikmalaya (Perwalkot) tindaklanjut Perda Pengembangan dan Perlindungan Usaha Mikro.

Sebab, kondisi pegiat usaha daerah saat ini mengalami kemerosotan omzet.

Baca juga : Golkar Kabupaten Tasik Segera Musda & Cari Ketua

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, H Murjani MM mengatakan berdasarkan hasil kunjungannya ke sejumlah perajin batik di wilayah Cigeureung Kecamatan Cipedes.

Sejumlah pegiat produk unggulan daerah itu, mengeluhkan minimnya omzet dampak pandemi Covid-19.

“Dampak corona ini sangat terasa di sektor industri kreatif dan pariwisata. Teman-teman kita yang bergerak di bidang ini, salah satunya produk batik merasakan sekali dampak tersebut,” tuturnya kepada Radar, Jumat (21/8).

Dia menjelaskan di dalam Perwalkot tentang Pengembangan dan Perlindungan Usaha Mikro, nantinya diharapkan bisa mengatur supaya pegawai di lingkungan pemerintah, maupun peserta didik di sekolah. Pada hari tertentu dapat menggunakan batik asli produk daerah.

“Kita ketahui motif batik Tasikmalaya mempunyai tiga motif batik populer yaitu motif batik burung, motif batik payung, dan motif batik kacang panjang yang sangat kental dengan nuansa parahyangan, itu yang diceritakan oleh salah satu perajin batik yang memiliki gerai di sentra industri batik Cigeureung Kota Tasikmalaya,” katanya menceritakan.

Politisi Partai Gerindra tersebut mengatakan sejumlah motif pengembangan dari Batik Tasikmalaya sangatlah beragam.

Mulai dari bunga anggrek dengan isen-isen burung, motif batik merak ngibing, motif batik cala culu, motif batik pisang bali, motif batik sapu jagat, dan motif batik awi ngarambat.

Termasuk beberapa motif turunannya yang berbentuk seperti akar, balimbing, antanan, guci latar batu, lancah tasik, rereng daun peuteuy papangkah, sente, tsunami udey, merak, gunung kawi, lamban samping, kadaka, manuk latar sisik, merak latar haremis, sidomukti paying & taleus sukaraja.

“Batik Tasikmalaya sendiri tidak seperti batik jawa pada umumnya yang memiliki filosofi luhur pada setiap motifnya, namun batik kita hanya memberikan pesan bahwa kita harus bersinergi dengan alam untuk menjaga kelestariannya,” tutur Murjani.

“Setiap motif batik Tasikmalaya dapat kita gunakan menjadi model baju batik modern dengan memadukan antara kontemporer dan kekinian,” sambung pengusaha di bidang transportasi tersebut.

Ia berharap ketika penggunaan batik daerah di tataran ASN ditekankan melalui regulasi yakni Perwalkot.

Ke depan akan menumbuhkan kepercayaan diri dan kebanggaan, bahwa produk dalam daerah pun memiliki keunggulan dan layak bersaing dengan produk luar daerah. Termasuk pegiat usaha mikro daerah semakin bergeliat ditengah keterpurukan dampak pandemi Covid-19.

Baca juga : Insentif Petugas Pemulasaraan RSUD Kota Tasik Cair Pekan Depan

“Saya berharap adanya kampanye besar- besaran dan tagline di setiap dinas bahwa keren itu beli produk lokal Tasik. Dan saya siap memberi contoh itu di internal DPRD,” ucapnya yang pada kesempatan tersebut membeli dua potong batik khas Tasikmalaya.

Murjani menambahkan hal tersebut, sejatinya sudah disepakati antara Pemkot dan DPRD Kota Tasikmalaya. (igi)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Saya bangga Akhirnya Morif Kami salah satunya diingat dan disebutkan di sini, Tsunami Udey.
    Tks yth Bpk Murjani…
    Kalau bukan Putra Tasik siapa lagi yg akan melestarikannya. Mari kita galakkan bukan hanya cinderamata berupa pakaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.