Omzet Turun, Pengrajin Kain Sutra Andalkan Jualan Online

227
1
RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA MEMBUAT KAIN. Pengrajin kain sutra di Kecamatan Sukaresik tetap produksi walaupun omzetnya menurun drastis, Minggu (5/4).

SUKARESIK – Para petani ulat sutra dan pengrajin kain di Kampung Karanganyar 2 Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik yang tergabung dalam Koperasi Petani Pengrajin Ulat Sutra (KOPPUS) merasakan langsung imbas dari pandemi corona di Indonesia.

“Semua petani sutra sangat terdampak dengan keadaan sekarang. Penjualan via jalur pribadi tidak ada yang mau, ditambah pameran-pameran semua dibatalkan. Dalam penjualan kita mengalami penurunan drastis,” ujar Yuan salah satu pengrajin ulat sutra dan pembuat kain kepada Radar, Minggu (5/4).

Baca juga : Warga Kota Tasik Diminta tak Takut & Panik pada Jenazah Covid-19

Kata Yuan, harusnya koperasi pada Maret lalu dengan strategi pasar yang biasa dilakukan mendapatkan omzet Rp 150 juta. Tapi, karena pandemi corona dan segala dibatasi serta pembatalan pamaeran, koperasi hanya meraih omzet Rp 10 juta.

“Biasanya, minimal setiap bulannya terjual 50 potong kain sutra ke berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Tasikmalaya,  Jakarta, Bandung dan daerah lainnya. Namun saat ini hanya terjual 7 potong saja,” katanya, mengeluhkan.

Kata dia, strategi pemasaran yang dilakukan mulai dari online atau langsung mendatangi calon pembeli untuk menawarkan kain sutra dan paling besar sumbangsih penjualan dari pameran-pameran. “Pemasaran dengan mendatangi langsung pembeli dan pameran sudah tidak bisa dilakukan, jadi sekarang hanya berjualan secara online saja, itu pun tidak banyak lakunya,” ujarnya, menjelaskan.

Walaupun pembeli sepi, kata dia, pihaknya tetap memproduksi kain sutra atau katun. Karena, ketika dihentikan akan berdampak terhadap para pekerja yang kehilangan mata pencaharian dan rawan beralih profesi. “Jumlah produksi masih tetap sama, tidak ada perubahan. Dalam satu bulan bisa mencapai 500 potong kain sutra dan katun,” katanya.

Baca juga : Terimbas Corona, Honor PKD Kabupaten Tasik tak Cair

Pengurus Koperasi Petani Pengrajin Ulat Sutra (KOPPUS) Kendra Gunawan mengatakan, untuk produksi kain sutra saat ini masih terus berjalan. Pasalnya jika diliburkan para pegawai pasti beralih profesi untuk tetap mencari penghasilan. “Dampak Covid-19 sangat terasa sekali. Di sisi lain, produksi harus terus berjalan, sedangkan hasil produksi tidak bisa terjual,” kata dia.

“Pendapatan saat ini, di tengah pandemi corona hanya cukup untuk membayar upah saja dan menghabiskan stok bahan benang yang masih ada saat ini untuk diproduksi sebagai stok kain nantinya,” ujarnya, menambahkan. (obi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Oh Pantesan saya sempat lihat di google rencana pembuatan media online kendrasutera.com = Semoga Segera realisasi deh…biar belanja makin mudah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.