OOW.. Ternyata Banyak PNS Pemkot Tasik Tak Paham WFH

74
0
radartasikmalaya
Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya mengikuti apel gabungan, Senin (4/1). Diskominfo Kota Tasikmalaya
Loading...

KOTA TASIK – WFH atau yang dikenal dengan Work From Home alias kerja dari rumah, mulai diterapkan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik sepekan ini.

Kebijakan WFH ini diterapkan sejak Senin (11/01) lalu hingga 25 Januari mendatang sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasik, Muhammad Yusuf, nomor 360/SE.771–BPBD/2021.

Dalam SE terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional karena pandemi Covid-19 itu tercantum membatasi aktivitas di tempat kerja atau perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dengan berlakukan prokes yang lebih ketat.

Dalam aplikasinya, ternyata masih ada sebagian PNS yang mengartikan WFH adalah libur.

Padahal, WFH harus tetap mengerjakan tugas pekerjaannya yang diberikan atau diinstruksikan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

loading...

“Iya memang benar ada sebagian PNS yang menilai bahwa WFH itu adalah libur kerja. Padahal kan tetap kerja, hanya saja dari rumah,” ujar Asda I Pemkot Tasik Bidang Administrasi Umum, Asep Goparulloh kepada radartasikmalaya.com, Sabtu (16/01) siang.

“Memang masih ada pemahaman itu, bahwa WFH adalah libur. Padahal tak seperti itu,” katanya.

“Kan WFH itu stand by di rumah, kalau atasan butuh surat ini itu ya harus dikerjakan. Bila harus masuk kantor untuk mengerjakan surat itu, ya berangkat dong masuk kantor. Jadi bukan artinya WFH itu libur,” sambungnya.

Sekda Kota Tasik, Ivan Dicksan juga angkat bicara soal ini.

Kata dia yang dihubungi melalui ponselnya, yang namanya WFH itu adalah Work.

Maka bekerja di rumah untuk melaksanakan tugas-tugas kantor.

“Pengaturan tugas-tugasnya dilakukan oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Termasuk mengatur jadwal WFH-nya. Jadi bukan libur,” tuturnya.

Tegas Ivan, harusnya PNS yang masih memiliki pemahaman bahwa WFH adalah libur mengubah pola pikirnya.

Karena, pelayanan kepada masyarakat harus tetap dijalankan dan buang jauh-jauh berfikir bahwa WFH adalah libur kerja.

“Seharusnya sudah paham dong soal WFH ini. Bisi aya anu pura-pura tidak paham itu mah,” tegas Ivan sambil tersenyum.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.