Operasi Pekat Terus Berlanjut, Polres Tasikmalaya Amankan Ribuan Botol Miras

84
0
EKSPOSE. Polres Tasikmalaya ekspose barang bukti yang berhasil diamankan pada operasi pekat Ops Ketupat Lodaya 2019, Kamis (13/6). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

MANGUNREJA – Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras (miras), petasan dan uang pungli selama operasi pekat dalam rangka cipta kondisi Operasi Ketupat Lodaya 2019, Kamis (13/6).

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK menjelaskan, dari operasi pekat yang sudah dilaksanakan, pihaknya mengamankan barang bukti yang menjadi pemicu ketentraman dan keteretiban umum. Di antaranya 1.109 botol miras, 91 botol miras oplosan, 506 botol alkohol 70 persen yang dijadikan bahan miras oplosan.

Kemudian, lanjut dia, diamankan juga 96 sachet minuman berenergi, air mineral 67 botol, obat-obatan 211 butir, obat batuk 128 sachet dan alat yang digunakan Pak Ogah (sebutan kepada orang yang menyeberangkan kendaraan dan meminta uang) di jalan sebanyak 22 buah untuk meminta uang, lem empat buah, petasan 5.430 butir, meriam lodong 25 buah dan uang hasil pungli Rp 1.170.300.

“Dari barang bukti itu, total kita amankan 24 orang. Mereka adalah pedagang miras, preman dan Pak Ogah. Meskipun operasi selesai, operasi pekat akan tetap dilakukan,” terangnya.

Dony menjelaskan, belasan orang yang menjadi Pak Ogah selama operasi berjalan berhasil diamankan. Mereka diamankan karena meresahkan pengguna jalan dengan meminta uang yang berdalih mengatur lalu lintas.

“Pak Ogah ini sumber kemacetan di jalur mudik Tasik Selatan. Mereka meminta uang dari pengguna jalan, jadi sebabkan kendaraan berhenti lama yang dampaknya macet,” ungkapnya.

Tempat yang sama, Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil menciptakan kondusivitas selama arus mudik Lebaran. Ini sudah membantu penegakan Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum.

Loading...

“Jadi bukan masalah berapa jumlah botolnya yang berhasil diamankan, tetapi upaya pencegahan dan penindakan ini, saya harapkan ada efek jera,” tegasnya.

Kata Ade, diharapkan para pelaku sebanyak 24 orang ini bisa jera dan tidak melakukan hal serupa di kemudian hari. “Karena seketat apa pun peraturan akan percuma apabila orang-orangnya tidak memiliki kesadaran,” paparnya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.