Optimis Tanpa Milla

2

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Meski tanpa pelatih asal Spanyol Luis Milla, Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia senior tak gentar melakoni laga uji coba menghadapi Myanmar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (10/10).

Bahkan, salah satu bek Timnas Indonesia, Ricky Fajrin mengaku dirinya dan teman-teman di skuat Garuda sudah tidak sabar menjalani laga uji coba yang diperuntukkan sebagai persiapan menuju Piala AFF 2018 tersebut.

“Kami tidak sabar melawan Myanmar. Kita sudah beberapa kali menghadapinya (Myanmar) dan mereka merupakan tim yang cukup bagus,” ungkap Fajrin dalam jumpa wartawan di Hotel Grand Zuri, Cikarang, Selasa (9/10).

Fajrin yang mewakili teman-temannya dalam sesi jumpa wartawan itu bertekad untuk bisa meraih kemenangan atas Myanmar.

Hal itu dikatakannya, tak lepas dari persiapan yang sudah dilakukan dirinya dan skuat Garuda sebelum laga ini berlangsung.

“Kami akan mencoba bermain semaksimal mungkin, agar mampu meraih kemenangan. Kami sendiri sudah melakukan persiapan dan bagus, materi persiapan yang kami lakukan bisa diterapkan dengan baik,” terangnya.

Meski tanpa Luis Milla, Timnas Indonesia masih mampu ditangani oleh pelatih intern Bima Sakti. Menurut mantan pemain Timnas Indonesia itu, banyak persiapan yang dilakukan olehnya menjelang pertandingan uji coba menghadapi Myanmar nanti.

Ia mengatakan, dirinya banyak melakukan pembenahan terhadap skuat Garuda usai menang tipis 1-0 dalam laga persahabatan menghadapi Mauritius pada 11 September 2018 lalu.

Terlebih menurutnya, pertandingan ini merupakan ajang persiapan menjelang Piala AFF 2018.

“Pertandingan ini cukup penting bagi kami menjelang Piala AAFF 2018. Kami juga tidak bisa menganggap remeh Myanmar, yang dari segi kualitas cukup bagi. Mereka, juga memiliki pertahanan yang bagus,” ungkap Bima ditempat yang sama.

“Kami juga melakukan beberapa perbaikan setelah menghadapi Mauritius beberapa waktu lalu. Kami melihat perkembangan tim yang akan dihadapi. Selain itu, pola pertahanan juga terus kami tingkatkan dan juga transisi permainan kami,” sambungnya.

Lebih lanjut, Bima mengaku telah membuat skema permainan dengan beberapa strategi yang berbeda saat menghadapi Myanmar dan Hong Kong pada uji coba 16 Oktober, mendatang. Menurutnya, strategi itu akan berbeda kala timnya menghadapi Mauritius, lalu.

“Jelas, strategi berubah. Saat menghadapi tim bagus seperti Myanmar, tentu akan berbeda dengan kami menghadapi Hong Kong yang memiliki pemain berpostur tinggi. Jadi, bukan hanya cara bermain kami yang berbeda tetapi materi pemain juga berbeda,” tuturnya.

Menanggapi belum hadirnya Luis Milla, yang direncanakan bakal memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 dalam pertandingan ini, Bima Sakti mengaku tegang.

Ketegangan itu, datang lantaran, belum hadirnya Luis Milla, membuat dirinya dipercaya kembali memimpin Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Bima Sakti juga pernah memimpin Timnas Indonesia  saat laga uji coba kontra Mauritius.

Saat itu Bima Sakti menangani tim dibantu oleh mantan pemain legendaris timnas lainnya, Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandi.

“Ketika memimpin Timnas Indonesia tentu rasa tegang pasti ada-lah. Terkait hasil tentunya kita serahkan semuanya kepada yang di Atas. Namun, saya tegang karena melihat apakah strategi yang diterapkan ke pemain berjalan atau tidak,” tuturnya.

Meski demikian, Bima mengaku tidak mempermasalahkan ketidakhadiran Luis Milla dalam laga uji coba ini. Ia mengaku, pengalamannya bersama Luis Milla hampir dua tahun itu, takkan banyak mengubah banyak permainan Timnas Indonesia.

“Saya sudah mengenal coach Milla selama 1 tahun 9 bulan, dan materi pemain yang kami panggil pun masih sama dari sebelumnya, termasuk di Asian Games. Kita sudah memiliki karakter dan cara bermain Indonesia, dan itu-lah yang harus tetap kami pertahankan,” tukasnya.

Sementara itu, pelatih Myanmar Antoine Hey mengaku dirinya mengajak 20 pemain yang diantarnya merupakan pemain muda.

Menurutnya diboyongnya pemain muda ke Indonesia itu diharapkan mampu memberikan pelajaran berharga bagi timnya jelang Piala AFF 2018.

“Seperti halnya Indonesia, kami menggunakan pertandingan ini sebagai persiapan untuk Piala AFF. Jadi kami senang dengan adanya laga uji coba ini,” tuturnya Antoine Hey di tempat yang sama.

“Di sisi lain, kami juga memiliki pemain yang sangat muda. Dan tentunya tim ini berbeda dari pernah dimiliki Myanmar sebelumnya. Jelas, laga ini akan menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk bisa menjadi lebih baik,” sambungnya mengharapkan.

Hey menjelaskan, diboyongnya pemain muda itu lantaran pihaknya ingin melihat perkembangan pemain muda yang disebutnya memiliki talenta yang cukup besar tersebut.

“Tim muda kami, memiliki talenta yang cukup besar. Dari laga ini, kami ingin melihat proses pengembangan usia muda kami. Mereka merupakan pemain yang sangat termotivasi dan uji coba ini kami gunakan untuk menguji semua pemain yang kami miliki ini,” terangnya. (fin)

loading...