Optimisme Konsumen Menguat

46
0
Heru Saptaji Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya

TASIK – Survei Konsumen (SK) di wilayah Kota Tasikmalaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada Desember  2019 mengindikasikan optimisme konsumen menguat. Hal ini terindikasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)  Desember 2019 yang meningkat menjadi 127,0, dari IKK pada bulan sebelumnya sebesar 121,8.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, peningkatan optimisme konsumen terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Optimisme konsumen yang menguat didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi  perekonomian saat ini dan mendatang.

“Hal tersebut ditopang oleh membaiknya persepsi terhadap penghasilan

Saat ini, ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama (durable goods),” katanya.

Salah satu faktor pendorong meningkatnya angka indeks tersebut adalah momen liburan akhir tahun, hari raya Natal dan tahun baru, dimana konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat sehingga mendorong kenaikan pendapatan masyarakat secara umum.

Hasil survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada 3 bulan mendatang (Maret 2020). Responden menilai bahwa kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan harga pada peralatan rumah tangga.

Sementara itu Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan mendatang (Juni 2020) diperkirakan mengalami penurunan yang ditopang oleh ekspektasi penurunan harga pada komoditas makanan, peralatan rumah  tangga, perumahan dan jasa. Penurunan harga ini diperkirakan seiring kembali normalnya konsumsi masyarakat  setelah bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Dari sisi keuangan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average  propensity to consume ratio) tercatat meningkat menjadi 83,5% seiring dengan momen akhir tahun yang secara historis mengalami peningkatan.

“Ke depan, masyarakat optimis bahwa kondisi usaha masih  diekspektasikan mengalami peningkatan dengan level indeks mencapai 137,1,” ujarnya. Sejalan dengan kondisi tersebut, optimisme masyarakat terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja juga  berada di level yang optimis, masing-masing mencapai 130,0 dan 130,7. (rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.