Optimisme Konsumen Tetap Terjaga

22
0

TASIK – Survei Konsumen (SK) di wilayah Kota Tasikmalaya yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya pada bulan November 2019 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga.

Kepala KPwBI Tasikmalaya Heru Saptaji menyatakan, optimisme tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2019 yang tetap berada dalam zona optimis (di atas 100) yakni sebesar 121,8. “Optimisme konsumen ditopang oleh persepsi yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan,” katanya.

Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini yang berada dalam zona optimis mencapai angka 115,7 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Demikian pula dengan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada bulan November 2019 menunjukkan kondisi yang optimis pada level 127,9, ditopang oleh meningkatnya ekspektasi kondisi kegiatan usaha dengan indeks 141,4 yang mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Lanjutnya, hasil survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada 3 bulan dan 6 bulan mendatang (Februari dan Mei 2020). Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga 3 bulan mendatang yaitu sebesar 182,1.

Responden menilai bahwa kenaikan harga pada 3 bulan mendatang didorong oleh kenaikan komoditas makanan, non makanan, energi, perumahan dan jasa.

Sementara komoditas peralatan rumah tangga diperkirakan mengalami penurunan harga. Sementara itu hasil survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang (Mei 2020) diperkirakan meningkat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan barang dan jasa selama bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2020.

Dari sisi keuangan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat meningkat dari 78,5% pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 79,1%. Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) juga meningkat dari 4,1% menjadi 5,5%.

Untuk pilihan jenis investasi dalam 12 bulan ke depan, sebanyak 70% responden berinvestasi dalam bentuk tabungan atau deposito, dalam bentuk emas atau perhiasan dan properti masing-masing sebanyak 10%, sisanya sebanyak 4,29% dan 5,71% responden cenderung memilih berinvestasi dalam bentuk saham atau reksadana dan jenis lainnya. (rls)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.