Optimisme Masyarakat Terhadap Perekonomian Terjaga Selama Ramadan

130
0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji. foto; lisna
Loading...

TASIK – Masyarakat optimis terhadap perekonomian daerah yang relatif terjaga di level yang positif. Hal ini Berdasarkan Survei Konsumen (SK) di wilayah Kota Tasikmalaya yang dilakukan Bank Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini yang mencapai angka 121,90.

Selain itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada bulan Mei 2018 menunjukkan kondisi yang positif dan berada di level 145,00.

“Indeks Konsumsi Barang Tahan Lama menjadi salah satu komponen IKE dengan nilai indeks tertinggi mencapai 125,71. Sementara, Indeks Penghasilan dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja masing-masing berada di angka 122,14 dan 117,86,” ujarnya.

Salah satu pendorong tingginya angka indeks tersebut adalah pelaksanaan puasa dan lebaran di mana konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat sehingga mendorong kenaikan pendapatan masyarakat secara umum.

Loading...

Di sisi lain, pelak­sanaan even musiman ter­sebut menjadi sa­lah satu faktor yang mem­pengaruhi tingginya ekspektasi masyarakat terhadap harga dalam jangka pendek dengan angka indeks yang mencapai 192,86.

Dari angka tersebut, indeks ekspektasi komponen harga makanan merupakan yang tertinggi mencapai 199,23. Sementara, indeks ekspektasi harga non makanan mencapai 189,23.

“Dari sisi pengelolaan keuangan, mayoritas masyarakat mengalokasikan 10 persen dari keseluruhan pengeluaran per bulan dalam bentuk tabungan,” katanya.

Selain itu, perilaku berhutang yang tercermin dari debt to service ratio (DSR) pada bulan Mei 2018 masih terjaga, di mana mayoritas masyarakat memiliki rasio hutang di atas 30 persen dari pengeluaran. “Kondisi ini mengindikasikan bahwa stabilitas keuangan masyarakat (rumah tangga) relatif terjaga,” ujarnya.

Ke depan, sambung ia, masyarakat optimis bahwa kondisi usaha masih diekspektasikan mengalami peningkatan dengan level indeks mencapai 152,14. Sejalan dengan kondisi tersebut, optimisme masyarakat terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja juga berada di level yang relatif tinggi, masing-masing mencapai 145,71 dan 137,14.

“Untuk menjaga optimisme ekspektasi usaha ke depan dan mengantisipasi pengingkatan ekspekstasi harga yang berpotensi memicu tingginya inflasi, Bank Indonesia merekomendasikan beberapa upaya yang perlu jadi prioritas pemerintah bersama pihak-pihak terkait,” katanya.

Di antaranya, menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif, mendorong pengembangan sumber-sumber ekonomi baru secara berkelanjutan dan inklusif, sehingga menciptakan multiflayer effect secara luas.

“Yang tak kalah penting menginformasikan ketersediaan pasokan komoditas kebutuhan pokok secara luas dan rutin. Serta melakukan monitoring kondisi surplus atau defisit komoditas kebutuhan pokok melalui Neraca Bahan Makanan (NBM) secara berkala,” pungkasnya.

(lisna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.