Orang Gangguan Jiwa Ikut Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tingkat Kota Tasik

59
0

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawannan Sosial Nasional (HKSN) di Lapangan Kantor Bale Kota, Selasa (10/12).

Kasi Tuna Sosial dan Nafza Dinsos, Ningning Rukmini mengatakan, HDI dan HKSN kali ini diisi dengan berbagai kegiatan mulai gerak jalan santai keliling Bale Kota.

Selain itu, ada bakti sosial santunan ribuan bingkisan, pelayanan pemeriksaan medis, pelayanan rehabilitas medis, pelayanan kosling, donor darah, pameran bazar, berbagai kreasi seni pengembangan minat bakat menggambar, menyusun warna dan menyusun tangga.

Beber dia, para penyandang disabilitas yang dilibatkan dalam HDI dan HKSN meliputi penyandang disabilitas fisik, penyandang disabilitas intelektual, penyandang disabilitas mental, penyandang disabilitas sensorik dan lainnya.

Terpisah, Kepala Dinsos Kota Tasikmalaya, H Nana Rosadi menuturkan, tujuan utama kegiatan HDI dan HKSN yang jatuh pada 3 Desember ini, selain untuk memanjakan kaum disabilitas, juga mempererat hubungan silaturahmi para kaum disabilitas dari berbagai daerah.

“Peringatan hari disabilitas Internasional ini bertujuan untuk membek up penyandang disabilitas. Di Indonesia termasuk di Kota Tasikmalaya dengan komitmen pelaksanaan, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang sudah terwujud setelah lahirnya UUD No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas yang didalamnya ada 24 hak penyandang disabilitas yang telah diatur,” terang Nana kepada wartawan.

Hak disabilitas ini, terang Nana diataranya pelaksanaan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas bertujuan untuk mewujudkan penghormatan, pemajuan, Pelindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia serta kebebasan dasar penyandang disabilitas secara penuh dan setara.

lalu, menjamin upaya penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak sebagai martabat yang melekat pada diri penyandang disabilitas. Kemudian, mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sejahtera lahir dan batin, mandiri, serta bermartabat.

“Juga melindungi Penyandang Disabilitas dari penelantaran dan eksploitasi, pelecehan dan segala tindakan diskriminatif, serta pelanggaran hak asasi manusia,” terangnya.

“Memastikan pelaksanaan upaya penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri serta mendayagunakan seluruh kemampuan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya untuk menikmati, berperan serta berkontribusi secara optimal, aman, leluasa, dan bermartabat dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” sambungnya.

Kegiatan HDI dan HKSN mendapat tanggapan dari Ketua Yayasan Mentarai Hati, Dadang Heryadi menambahkan, dirinya mengapresiasi kegiatan disabilitas kali ini.

Disamping menyosialisasikan keberadaan Yayasan Mentarai Hati yang selama ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal ini Wali Kota, agar masyarakat tahu tentang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Baru kali ini Yayasan Mentarai Hati yang merehabilitas penderita ODGJ dilibatkan dan diperhatikan oleh pemerintah, biasanya tidak seperti ini, baru sekarang ada perhatian setelah Kepala Dinas Sosial H.Nana. Harapan kami kedepan, pingin ada perhatian lebih dar pemerintah pusat, Provinsi terutama daerah untuk memperhatikan sodara-sodara kita baik kau disabilitas mau pun ODGJ,” tambahnya.

Jelas dia, yang paling dibutuhkan perhatian untuk merawat para ODGJ ini adalah mengenai jasmani. “Minimal pemeriksaan kesehatannya dilakukan satu bulan satu kali secara rutin. Kalau untuk rohaninya itu kita lakukan sambil berjalan dan sudah dilakukan,” jelasnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.