Orang Tua Mengira Masuk Angin

166
0
BEBER KASUS. Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Siswo menujukkan barang bukti miras oplosan. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

Berdasarkan hasil penyelidikan termasuk pendalaman keterangan dari keluarga korban, diketahui YS dan AG membeli alkohol 96 persen lewat media sosial (medsos) Facebook, Hal ini terungkap setelah Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya turun ke lapangan.

“Jadi korban YS memesan alkohol 96 persen secara online, diketahui dari handphone korban, yang melakukan pembelian alkohol lewat media sosial,” ungkap Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK, Rabu (25/12).

Adapun pasal yang diterapkan, tambah Dony, pasal 205 KUHP tentang Tindak Pidana Membahayakan Nyawa atau Kesehatan Orang, ancaman 15 tahun penjara. Akan tetapi, pelaku sekaligus korban YS, yang membeli alkohol kemudian meracik dengan minuman berenergi sudah meninggal.

“Untuk kedua korban lain SN dan MU menunggu kondisinya pulih, karena masih dalam perawatan di RSUD SMC. Setelah nanti normal akan dilakukan pemeriksaan sehingga diketahui kronologis detail, penyebabnya dan dimana membelinya,” tambah Dony.

Nanang (49), orang tua YS, menuturkan di dalam handphone milik anaknya, sempat memesan alkohol lewat messangger media sosial Facebook. “Saya kira masuk angin, tapi malah parah lalu dibawa ke rumah sakit ternyata keracunan alkohol,” tuturnya.

Dia mengaku tidak mengetahui anaknya bersama ketiga temannya, pada Minggu (22/12) mengonsumsi miras oplosan. “Saya enggak tahu, pas hari Minggu (22/12) kan anak saya bersama tiga temannya di ruangan belakang rumah katanya mau nonton bola, enggak tahu minum miras,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.