Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Kasus Penculikan Yuma Warga Dadaha Kota Tasik Bikin Resah Orang Tua Murid, Ini Kata Kapolres..

31
0

Kejadian penculikan yang menimpa Yumazada Zaira (5), membuat para orang tua khawatir. Mereka mengaku resah dengan adanya peristiwa tersebut.

Seperti diutarakan, Kholifia Nahdiatul Azmi (32), warga RT/RW 3/11 Kelurahan Sukarindik Kecamatan Bungursari, mengaku kesal pada penculik tersebut.

Dia yang mempunyai anak usia taman kanak-kanak tentu merasa cemas, apabila nasib yang dialami korban menimpa putrinya.

“Takut, apalagi di sekolah banyak tukang jajan. Kalau kalap kan bisa saja pada anak-anak yang biasa beli jajan ke pedagangnya,” keluh dia.

“Berharap pihak sekolah juga lebih ekstra hati-hati ketika anak usia dini bubar kelas, minimal memastikan dijemput atau dibawa pergi itu oleh orang tua masing-masing atau kerabat yang dikenal anak,” sambungnya.

Neni Mulyani (59) menuturkan hal serupa. Dia yang mempunyai cucu usia TK dan SD menjadi waswas dan akan melakukan pengawasan ekstra.

“Antara saya harus antar jemput sendiri atau cucu didampingi pengasuh. Sebab, kejadian viral itu bisa menimpa siapa saja,” ucap Guru sekolah menengah di Kota Tasikmalaya itu.

“Beruntung memang anak tersebut bisa dibantu warganet dengan penyebaran informasi cepat. Termasuk penanganan kepolisian, tidak terbayang apabila diculik sampai berhari-hari,” keluhnya

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto SIK menghimbau, masyarakat khususnya orang tua untuk bisa senantiasa waspada.

Jangan sampai mereka sendirian ketika berada di luar rumah. “Harus lebih ketat lagi, kalau perlu jangan lepas dari pandangan mata,” ungkapnya.

Kelalaian sekecil apapun, kata dia, bisa berakibat besar dan membahayakan anak. Pihaknya berharap suasana kondusif, sehingga kasus serupa tidak terulang kembali di wilayah hukumnya. “Kita harapkan kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya Eki S Baehaqi mengaku kaget saat melihat dunia maya diramaikan dengan penculikan anak di Kota Tasik.

Namun demikian, dia pun bersyukur karena korban bisa ditemukan. “Ya kaget juga waktu dapat informasi dari media sosial,” terangnya.

Dia mengatakan peran yang paling penting dalam hal keamanan anak ada pada orang tua. Maka dari itu, apa pun aktivitasnya jangan sampai lepas dari pengawasan ibu, ayah atau keluarganya. “Apalagi untuk anak seumuran korban,” ujarnya.

Di usia sekolah atau TK, orang tua harus mengantar dan jemput anak. Meskipun jaraknya dekat, ancaman bahaya bisa terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi. “Padahal ada program ngabaso (Ngabring ka sakola) dari pemerintah, ini sebenarnya bagus untuk keamanan anak,” jelasnya.

Diakui Eki, upaya untuk menjaga anak baik dari bahaya pelaku kejahatan maupun musibah kecelakaan memang ribet. Akan tetapi, ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, penyesalan tidak bisa mengubah situasi.

“Memang tidak mudah, tapi itu harus menjadi kebiasaan orang tua,” tuturnya.

Disinggung soal motif Acep Ilham yang membawa Yuma tanpa sepengetahuan orang tua, Eki mengaku tidak bisa memastikan. Tetapi dia merasa tergelitik dengan informasi yang didapat, di mana pelaku sempat terlihat di pul bus dan kabur saat ditegur. “Khawatir korban akan dibawa ke luar kota dan dieksploitasi, tapi kita lihat saja hasil penyelidikan dari kepolisian,” terangnya.

Adapun rencana KPAD Kota Tasikmalaya, yakni melakukan assessment ke rumah korban. Pihaknya perlu memastikan Yuma dalam kondisi sehat baik dari fisik maupun psikologisnya. “Besok mau assessment, soalnya tadi di Polres belum bisa ditanya,” tuturnya. (rga/igi)

loading...