Orang Tua Siswa di Garut Minta Uang Perpisahan Dikembalikan

80
0

TAROGONG KIDUL – Sejumlah orang tua murid SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Garut mendesak pihak sekolah mengembalikan uang perpisahan yang sudah dibayarkan.

Hal itu karena acara perpisahan yang biasa diadakan setiap tahun itu saat ini tidak dilaksanakan akibat adanya pandemi Covid-19.

Baca juga : Garut Tersisa 3 Pasien Positif Covid-19

“Saya minta uang perpisahan ini dikembalikan lagi. Kami sangat butuh uang itu untuk kepeluan sehari-hari, terutama di tengah pandemi seperti ini,” ujar Juhdi (50), salah satu orang tua siswa salah satu SMK di Garut kepada wartawan Selasa (23/6).

Menurut dia, uang perpisahan sudah dibayar kepada pihak sekolah, sudah lama semenjak anaknya masuk sekolah. Sementara, sekarang tidak ada kegiatan perpisahan.

“Saya lupa rinciannya berapa, bisa Rp 1 sampai 2 juta karena selain perpisahan kan ada juga study tour,” katanya.

Juhdi mengatakan uang tersebut sangat besar baginya. Jika dikembalikan, uang bisa digunakan untuk modal usaha. “Usaha saya kan jualan. Uang sejuta gede buat saya.

Bisa buat hidup,” katanya.

Hal senada dikatakan, Yusa (47), orang tua salah satu pelajar SMP di Garut. Menurut dia, uang perpisahan sudah dibayarkan kepada pihak sekolah dari awal pendaftaran.

“Kalau bisa secepatnya dikembalikan. Karena banyak orang tua pelajar yang sekarang sedang sulit,” ungkapnya.

Yusa menilai proses pengembalian uang perpisahan pelajar Garut perlu dikawal. Sebab, jumlah uang sangat besar.

Agar tidak terjadi kerumunan, pengembalian uang bisa dilakukan via bank. “Saya menilai ini perlu diawasi karena kalau ditotal ini bukan uang yang sedikit. Kita perlu kawal bersama,” kata dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut H Totong mengaku sudah menginstruksikan semua sekolah untuk mengembalikan uang perpisahan pelajar.

“Uang bisa dikembalikan door to door ke orang tua atau melalui bank. Kami sudah sarankan itu,” ujarnya.

Instruksi tersebut berlaku bagi SD dan SMP yang berada di bawah naungan Disdik Garut. Sedangkan SMA sederajat berada di bawah tanggungjawab Disdik Provinsi.

Baca juga : 1.000 Warga Negatif Swab Test, Selaawi Garut Aman Covid-19

Totong memastikan tidak ada perpisahan sekolah di Garut tahun ini. “Tidak ada perpisahan, berhubung situasi dan kondisi sekarang seperti ini. Jika yang sudah memberikan sebelumnya (uang perpisahan), pihak sekolah wajib mengembalikan.

Tidak ada potongan. Semuanya wajib dikembalikan,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.