Ormas Islam Kabupaten Tasik Sepakat Shalat Tarawih tetap Berjamaah di Masjid

5448
5
RAPAT PEMBAHASAN. Perwakilan ormas Islam Kabupaten Tasikmalaya bersama Sekda Mohamad Zen membahas pelaksanaan tarawih berjemaah di tengah pandemi Covid-19, Jumat (17/4).

SINGAPARNA – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam Kabupaten Tasikmalaya menyepakati salat tarawih di Bulan Ramadan tetap dilaksanakan berjemaah di masjid. Hal itu terungkap saat rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (17/4).

Dalam rapat tersebut, hadir perwakilan dari PCNU, Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKPRMI, FPI, Persis, Muhammadiyah dan ormas lainnya. Walaupun belum ada keputusan resmi soal salat tarawih berjemaah di tengah pandemi Covid-19, tapi masukan dari ormas Islam ini akan menjadi acuan pemerintah mengambil kebijakan di tengah wabah ini.

Baca juga : Patut Dicontoh, MTs Jidas Kota Tasik Bagikan Sembako Langsung ke Siswa tak Mampu

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd menjelaskan, rapat ini membahas soal salat tarawih berjemaah di tengah pandemi Covid-19. “Dalam rapat tersebut disepakati sementara oleh seluruh ormas Islam bahwa salat tarawih tetap dilaksanakan berjemaah di masjid,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Kata dia, walaupun pelaksanaan salat tarawih berjemaah tetap ada di tengah pandemi virus corona, protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan harus dilaksanakan oleh masyarakat. Sehingga tidak terjadi penyebaran virus corona. Misalnya melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid, menyiapkan hand sanitizer untuk cuci tangan, menjaga jarak termasuk protokol kesehatan lainnya.

“Kesepakatan bersama ini masih terus dibahas, belum dituangkan dalam surat imbauan atau edaran bupati kepada masyarakat. Rapat ini baru pembahasan dan pemerintah meminta masukan kepada perwakilan ormas Islam,” ujar KH Atam.

Lanjut dia, semua ormas Islam dalam rapat ini sepakat untuk salat tarawih berjemaah tetap dilaksanakan dengan catatan mengikuti protokol kesehatan. “Masukan dari ormas Islam ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk dipertimbangkan. Dalam pembahasan juga, dibahas kalau pendatang harus ada surat sehat dari puskesmas atau dokter dan mengikuti protokol kesehatan ketika ikut tarawih,” ujarnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tasikmalaya KH Dede Saeful Anwar berharap pelaksanaan tarawih di tengah Covid-19 tetap bisa dilaksanakan berjemaah di masjid. Dengan catatan, protokol kesehatan dilaksanakan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Baru usulan dari bupati kemudian dibahas nanti keluar surat edaran atas rapat koordinasi dengan para ulama dan ormas Islam ini. Kita menghormati keputusan pemerintah, mudah-mudahan nanti pada saat masuk Bulan Ramadan wabah ini hilang, umat muslim bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan tenang,” ungkap dia.

Baca juga : Siswa SMAN 2 Kota Tasik Melaju ke Ajang PBB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Dr Mohamad Zen mengatakan, hasil rapat pembahasan pelaksanaan tarawih berjemaah ini belum final. Karena masih dibahas dan mendengar masukan para tokoh kiai, ulama dan masyarakat.

“Pemerintah daerah menerima masukan dari semua pihak termasuk para ulama, kiai dan ormas Islam, ketika ini disepakati semua dengan dituangkan lewat aturan atau edaran sesuai protokol kesehatan maka mudah-mudahan bisa dilaksanakan,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

5 KOMENTAR

  1. Subhanllah, pendapat tetap memjalankan berjamaah (ngumpul) ibadah ini mengandalkan sisi tawaqal namun tidak ikhtiar. Sebab didalam kehadiran jamaah ada orang pembawa virus ada orang tidak membawa virus dan itu TIDAK TAMPAK kecuali jika TAMPAK maka akan disuruh pulang. Yang kedua Protokol saja ini pencegahan ringan namun pembawa virus disekitar jamaah tetap menjadi SUMBER RESIKO. Yang ketiga lihat Al Baqarah 195 janganlah engkau masuk kedalam lubang kebinasaan. Lain dg perang badar ini virus ini pandemic jadi fatwa MUI sudah menghimbau demikian. Jadi kita tidak meninggalkan ibadah berjamaah namun MENGGANTI dg sholat dirumah..Allahualam bi sawwab

  2. Assalamu’alikum wwb.. maaf sebelumnya… saya yakin niat masyarakat tasikmalaya baik.. tp cobalah di kaji ulang secara detail. Efek kebijakan lokal ini , bs di ikuti oleh daerah lain… akibat bs jd domino.. hal2 negatif yg merugikan kita dan pemerintah bs terjadi.. bahkan ( semoga saya salah ) … bs terjadi keributan di daerah yg pemerintahnya tdk memberi ijin… sekali lagi saya mihon maaf.. kalau lah para ulama saja bs tidak satu pendapat.. tidak satu kata.. bagaimana lah masyakata awam.. siapa lg yg bs jadi panutan… justru pd saat ini lah.. peran para alim ulama.. cerdik cendikia.. mampu menyatukan umat.. saya yakin.. akan banyak timbul2 hal2 negatif jika hal ini di lanjutkan.. walaupun jauh dlm doa saya semoga saya salah.. dan tidak terjadi hal2 buruk nantinya.. para medis jg adalah masyrakat biasa.. mereka bkn hy kekurangan alat.. tp juga kekurangan jumblah tenaga atau personil nya.. belum lg aparat kemamanan yg mesti kontrol sana sini.. kalau kita tak mampu memperbaiki jalan yg rusak… setidaknya kita jgn berbuat sesuatu yg dpt memungkinkan jln itu bertambah rusak.. toh kita dapat tarawih di rumah kok bersama keluarga !!.. semoga bangsa dan negara kita selalu dlm lindungan Allah swt… semoga ..amin.

  3. Di saat sikon spt saat ini, rujukan kebijakan yg menyeluruh bagi umat (Islam) sungguh sangat diperlukan. Tentu masukan dari para pihak yg berkaitan dan berkompeten itu penting termasuk ormas” islam. Respons umat, biasa kadang berbeda dan bertingkat. Namun saya yakin, sebagian besar menyikapi dg positif sekaligus ikut mensukseskan. Jika itu sudah jadi keputusan pemerintah.

  4. pak anda harus tahu kemarin sebelum virus corona membludak kemarin pasiennya itu karena salah satu dari jamaah gereja beribadah di tempat tersebut padahal sudah ada sysmton tidak enak badan akhirnya satu daerah tersebut banyak sekali yng terkena sehingga di lockdown
    mungkin bisa jadi pelajaran
    mungkin anda yang tua berpikir kalau nauzubillah terkena covid merupakan jihad tapi ini berbahaya karna anda membawa tetangga2 ataupun orang tidak dikenal pun bisa terkena

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.