Ornamen Bola Batu di Dadaha Kota Tasik tak Relevan dengan Kebahagiaan Warga

151
0
CANTIK. Kegiatan penataan trotoar dan pemasangan bola batu di trotoar Jalan Kompleks Olahraga Dadaha sudah terlihat hampir selesai, Kamis Siang (12/11). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

CIHIDEUNG – Ornamen bola batu pada trotoar di Kompleks Olahraga Dadaha dianggap belum perlu. Sebab, persoalan krusial saat ini di kawasan sport center tersebut yakni penataan pedagang kaki lima (PKL) yang perlu dirapikan.

Pegiat Olahraga Tasikmalaya, Asep Wawan Kurniawan mengatakan argumentasi ornamen batu dengan cat warna-warni bergambar payung geulis, tidak terlalu relevan dengan indeks kebahagiaan masyarakat.

“Justru cenderungnya sebatas proyek, parameter indeks kebahagiaannya darimana?,” tanya Asep saat menghubungi Radar, Kamis (12/11).

Menurutnya, anggaran yang dikucurkan, dikhawatirkan berujung mubazir lantaran kompleksitas persoalan sosial di Dadaha dengan menjamurnya PKL.

Apalagi, ketika ada spot baru yang mungkin bisa menarik perhatian publik untuk berdatangan, akan diiringi munculnya PKL baru.

“Dan pembiaran pemerintah dari dulu kaitan PKL, tentu akan ada perubahan dari target kebahagiaan menjadi ketidaknyamanan,” selorohnya.

Baca juga : Nakes Puskesmas Kahuripan Kota Tasik Positif, 25 Teman & Kerabat di-Swab Test

Loading...

Pengurus Persikotas itu menyarankan seharusnya batu hiasan yang kurang sesuai dengan kelokalan daerah bisa dihindari. Termasuk ornamen apa pun yang sekiranya tidak sampai ke output dan outcome dari tujuan program tersebut dilaksanakan.

“Memang saya tidak punya kapasitas menilai, tetapi secara kacamata publik, dan tanggapan-tanggapan warga lainnya, pemerintah sampai saat ini tidak menempuh konsep-konsep pra kegiatan, yang mereka sendiri selalu dengungkan ke masyarakat,” papar Asep.

Konsep pra kegiatan sendiri, kata dia, yakni pelibatan masyarakat supaya pembangunan bersifat partisipatif. Sehingga dapat meminimalisir kompleksitas persoalan di tengah program berjalan. “Lagi-lagi Pemkot akan memunculkan hal-hal yang membuat publik gagal paham, dengan adanya batu-batu ini,” ujarnya.

Salah seorang pengguna jalan di sport center, Atang Hilmawan (38), mengakui trotoar terlihat lebih indah dengan adanya ornamen baru tersebut. Meski saat ini belum 100 persen selesai pengerjaannya.

“Bagus-bagus saja menurut saya, cuma nanti memang agak mepet ya ruang bagi pejalan kaki. Kemudian, Pemkot juga harus siap, apabila trotoarnya kembali dihuni PKL ya tetap saja tidak bisa dinikmati secara utuh adanya hiasan baru di sini,” harapnya.

Radar pun beberapa kali mencoba konfirmasi terkait proyek trotoar yang sempat menutup akses lalu lintas, selama beberapa pekan itu terhadap Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Dedi Mulyana.

Namun dia mengaku sedang sibuk dengan tugas lain di lapangan. “Besok saja, pagi-pagi saya sedang tidak di kantor,” kata Dedi. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.