Otopsi Hamdan di Pemakaman

246
0
Iptu Nandang Rohmana Kanit Reksrim Polsek Indihiang Setelah (otopsi) Hamdan, dilanjutkan otopsi korban di Kabupaten (Tasikmalaya).”

Kekasih Korban Menangis di Makam, Gagal Menikah karena Ditinggal Mati
TASIK – Polisi rencananya hari ini (12/10) membongkar makam Hamdan di Sukarindik Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Jenazah korban pembunuhan itu akan diotopsi langsung di pemakaman.
Kanit Reksrim Polsek Indihiang Iptu Nandang Rohmana menjelaskan pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari Biddokkes Polda Jabar tentang rencana pengotopsian jenazah Hamdan. “Setelah (otopsi) Hamdan, dilanjutkan otopsi korban di Kabupaten (Tasikmalaya),” ungkapnya kepada Radar, kemarin (11/10).
Usai mengotopsi jenazah Hamdan, Biddokkes Polda Jabar akan mengotopsi jenazah Siti Khotimah (65). Pensiunan guru itu sebelumnya ditemukan bersimbah darah di rumahnya, Kampung Babakan Girang Desa Cukangkawung Kecamatan Sodonghilir Kebupaten Tasikmalaya kemarin (11/10). Jenazah Siti Khotimah akan diotopsi di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Soal pengotopsian jenazah Hamdan di pemakaman, kata Iptu Nandang, sesuai dengan prosedur. Terlebih, untuk mengefektifkan waktu mengingat kondisi jenazah lewat dari seminggu dikuburkan. “Setelah otopsi jadi bisa langsung dikuburkan lagi,” jelasnya.
Hasil otopsi Hamdan akan menjadi salah satu berkas untuk pembuktian kasus pembunuhan pria yang dibacok adik tirinya, DP (27) Rabu lalu itu. “Kita kan tidak bisa membuktikan dia meninggal karena apa,” katanya.
Unit Reskrim Polsek Indihiang, kemarin, menemukan seorang perempuan bernama Epong (42). Dia sedang menangis di kuburan Hamdan. Setelah dicek ternyata, perempuan itu kekasih Hamdan. Dia berduka atas kematian sang kekasihnya itu. “Langsung kita bawa ke kantor dan periksa,” terang Iptu Nandang.
Kepada polisi, Epong sudah mengetahui kasus yang menimpa kekasihnya itu, sehingga dirinya merasa terpukul. Pasalnya dia dan Hamdan sudah berkomitmen akan menikah dalam waktu dekat. “Katanya sebentar lagi rencananya mau menikah,” ujarnya.
Sebelumnya, Hamdan tewas, Rabu (4/10), karena sang adik, DP (27) ingin melindungi sang ibunda, Aisyah dari amukan Hamdan. Saat itu, kakak tiri tersangka memukul ibundanya.
Selasa (10/10), DP (27) menjelaskan pembunuhan Rabu siang itu. Saat itu dirinya sedang memperbaiki listrik di kamarnya menggunakan palu. Rupanya, ketukan palu tersebut mengeluarkan suara berisik bagi kakak tirinya, Hamdan. Lalu, dia berusaha mendatanginya sambil marah-marah. Namun DP dibela sang ibu, Aisyah. Perempuan berusia sekitar 60 tahun itu menegur Hamdan. Saat itu Hamdan mengeluarkan kata-kata kasar.
Ketika DP keluar kamar untuk mengecek perselisihan antara ibu dan kakak tirinya, dia melihat Hamdan hendak memukul Aisyah. Dengan sigap, DP menghalanginya. Pukulan itu mengenai tubuh pemuda berambut ikal itu. “Pas saya keluar posisinya sudah mau mukul ibu,” ungkapnya di Mapolsek Indihiang.
Setelah itu, Hamdan lengsung semakin naik pitam. Hamdan mengancam akan membunuh Aisyah juga DP. Ikut tersulut dengan ucapan tak pantas dari kakak tirinya itu, secara spontan DP mengambil golok di sekitarnya. Dia lalu menebaskannya ke kepala Hamdan. “Saya begitu karena mau melindungi ibu,” tuturnya di Mapolsek Indihiang.
Tanpa dimandikan dan disalati, jenazah Hamdan langsung dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU). DP mengatakan jasad Hamdan hanya dilap bagian kepalanya yang berdarah, dikafani dan langsung dikebumikan. “Dilap saja terus dikubur,” terangnya. Menurutnya, ada beberapa warga yang ikut mengurus penguburan jenazah Hamdan.
Kapolsek Indihiang Kompol Tri Sumarsono menjelaskan informasi kematian korban yang beredar di masyarakat adalah karena overdosis. “Karena masyarakat tahu kalau korban ini sering mabuk dan konsumsi obat-obatan jenis seledryl,” katanya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.